Rupiah Berakhir Kokoh di Level Rp14.385/USD, Dolar Tergelincir

Jum'at, 24 Mei 2019 - 17:33 WIB
Rupiah Berakhir Kokoh...
Rupiah Berakhir Kokoh di Level Rp14.385/USD, Dolar Tergelincir
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Jumat (24/5/2019) berdiri kokoh pada zona hijau untuk menanjak naik hingga sentuh level Rp14.385/USD. Tren perbaikan kurs rupiah mengiringi dolar yang tergelincir untuk menjauhi level tertinggi setalah data sektor manufaktur AS menunjukkan pelemahan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah melompat cukup tinggi untuk menyentuh level Rp14.385/USD atau membaik dari sebelumnya Rp14.455/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.385 hingga Rp14.484/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga kembali perkasa menjadi Rp14.391/USD untuk memperlihatkan perlawanan dari sesi penutupan Kamis, kemarin Rp14.480/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.390-Rp14.470/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah masih tertekan di kisaran level Rp14.415/USD. Kondisi tersebut memperlihatkan rupiah masih tak berdaya di zona merah ketika menghadapi dolar AS usai sebelumnya jatuh.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada tren kebangkitan di posisi Rp14.451/USD untuk melengkapai raihan positif mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah merayap tipis usai kemarin tertekan hingga Rp14.513/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar menjauh dari level tertinggi dua tahun pada hari Jumat setelah data aktivitas manufaktur AS yang lemah memicu kekhawatiran bahwa konflik perdagangan dengan China dapat melukai ekonomi terbesar di dunia. Ditambah diyakini bisa mempengaruhi status mata uang safe-haven.

Melawan enam mata uang utama, dolar turun 0,2% pada level 97,686 di awal perdagangan Eropa dan 0,7% dari posisi tertinggi dua tahun di 98,371 hit pada sesi sebelumnya. Penurunan tersebut mengikuti data semalam yang menunjukkan aktivitas manufaktur mencapai level terendah dalam hampir satu dekade di bulan Mei, untuk menunjukkan perlambatan tajam dalam pertumbuhan ekonomi AS sedang berlangsung.

Meningkatnya ketegangan perdagangan dan data yang lemah telah memicu ekspektasi bakal terjadinya penurunan suku bunga dari The Fed. Pasar uang secara lebih luas mengharapkan satu kali penurunan suku bunga pada Oktober diikuti selanjutnya pada Januari 2020.

Kelemahan dolar membantu Poundsterling pulih sedikit dari level terendah kurang lebih empat bulan sementara euro naik tipis di atas 1,12 per USD untuk mencapai tertinggi satu minggu. Terhadap yen, dolar turun ke posisi 109,50 untuk memperpanjang kerugian.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
1 menit yang lalu
Ketika Sampah Menjadi...
Ketika Sampah Menjadi Sumber Daya, Strategi Sirkular Lippo Karawaci
6 menit yang lalu
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
1 jam yang lalu
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
3 jam yang lalu
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved