Tembus Perkantoran, UMKM Binaan BNI Gelar Bazaar Rumah Kreatif

Minggu, 26 Mei 2019 - 21:42 WIB
Tembus Perkantoran,...
Tembus Perkantoran, UMKM Binaan BNI Gelar Bazaar Rumah Kreatif
A A A
JAKARTA - Produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mitra binaan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dari berbagai kota hadir di Bazaar Rumah Kreatif BUMN (RKB). Acara ini digelar khusus untuk membuka jalan bagi para pelaku UMKM binaan BNI ke arah pasar perkantoran modern.

Direktur Bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Jaringan BNI Catur Budi Harto mengatakan, melalui Bazaar yag digelar di Lobi Graha BNI Kantor Pusat, Sudirman ini pelaku UMKM yang rata-rata adalah produsen dapat menemukan pembeli-pembeli baru. Adapun para pekerja kantoran bisa menjadi pembeli yang mudah menemukan barang-barang kesukaannya dengan harga murah, karena langsung dijual para produsennya.

"Itulah hubungan simbiosis mutualisme yang dibangun BNI secara kreatif melalui sebuah Bazaar. Inilah juga semangat pelayanan BNI selama Ramadan 2019 yang coba disampaikan kepada para pejuang ekonomi di segmen UMKM itu, yakni Mari Melipatgandakan Kebaikan," ujar Catur di Jakarta , belum lama ini.

Dia melanjutkan, Bazaar RKB ini diikuti oleh 20 UMKM dan mereka telah menjajakan produk-produk unggulannya sejak 22 Mei 2019-24 Mei 2019. "Beragam kesempatan untuk membuka pasar baru selalu disiapkan BNI kepada para mitra UMKM-nya. Langkah ini merupakan salah satu upaya korporasi yang dilakukan untuk mendorong para pengusaha tersebut naik kelas," jelasnya. Ada banyak produk yang tersedia dari para mitra Binaan mulai dari fashion, makanan, hingga kerajinan tangan.

Menurut Catur, lokasi bazaar yang berada di tengah Kota Jakarta memang bertujuan agar memudahkan pegawai BNI dan juga masyarakat luas untuk datang dan membeli produk-produknya. Setiap orang yang membeli, sudah secara tidak langsung turut memajukan perekonomian Indonesia dengan langkah yang sederhana.

Mitra-mitra usaha yang diajak ke Bazaar RKB kali ini adalah antara lain Shahda Style dan Autik dari RKB Bekasi, Randang Padang dan Katuju Indonesia dari RKB Padang, Sweet Sundae Ice Cream dan Fox and Bunny dari RKB Sleman, Pesisir Pangandaran dari RKB Pangandaran, Kartika Mete Ukir Sari dari RKB Wonogiri. Lalu Fahaltex dari RKB Tegal, Arya Cipta Mandiri dari RKB Pontianak, Alisha Collection dari RKB Banjarbaru, d'Fitra NATS dari RKB Payakumbuh.

Selain itu ada pula Mool Leather dari RKB Cilacap, Nursaida dari RKB Bantaeng, Saqbe Mandar dari RKB Mamuju, Batik Tebo by Riski Danang dari RKB Tebo, Aulia dari RKB Bengkulu Utara, Ratu Boutique dari RKB Sumba Barat Daya, serta mitra-mitra dari RKB Banyuwangi dan RKB Sumba Tengah. Catur menuturkan, para pelaku UMKM yang diajak ke Bazaar RKB BNI mendapatkan banyak manfaatnya. Selain mendapatkan pembeli-pembeli baru, produk yang jauh-jauh dibawa ke Jakarta juga laku keras.

Seperti yang dialami Harti Ningsih pengusaha Rendang Kemasan Subana Bana Randang Padang. “Saya membawa 80 kilogram rendang ke Bazaar ini, dan sekarang sudah mau habis. Sementara yang mencari-cari produk ini masing banyak. Untuk yang tidak kebagian rendang, kami minta untuk memesan secara online, nanti kami kirim,” ujar Harti.

Harti juga memperoleh berkah dari adanya silaturahmi dengan banyak orang di Bazaar RKB BNI ini. Antara lain adanya solusi dari pasokan daging sapi untuk bahan dasar rendangnya, sehingga dia bisa saja memproduksi rendang lebih banyak lagi. Kepastian pasokan bahan baku daging ini membuat Harti lebih tenang dalam memasok pembeli utamanya, yang juga pengekspor rendang ke beberapa negara, yaitu Saudi Arabia, Singapura, Taiwan, dan Vietnam.

Di sisi lain, untuk mendorongnya menjadi UMKM yang naik kelas, BNI tidak hanya menggelar Bazaar, melainkan juga beragam pelatihan. "Di sinilah fungsi agent of development yang tersemat pada BNI terus dijalankan," imbuhnya.

Catur menuturkan, mengajak UMKM untuk aktif di RKB merupakan salah satunya cara agar terjadi percepatan UMKM yang naik kelas. RKB adalah pusat pelatihan yang lengkap bagi UMKM agar dapat mengembangkan bisnisnya.

Targetnya adalah mampu bersaing dengan produk dari merk-merk yang sudah terkenal dan bahkan merk internasional. "Ketika UMKM telah memiliki kemampuan dan eksposure yang lebih luas, tentunya mereka akan siap untuk bersaing. Pada akhirnya, tentu bisnis dari UMKM tersebut dapat lebih maju sehingga dapat mulai menyerap tenaga kerja dan berkontribusi dalam memutar perekonomian Indonesia," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BNI Hadir Lebih Dekat...
BNI Hadir Lebih Dekat di HUT ke-79, Sapa Nasabah Rayakan Momen Perjalanan Tumbuh Bersama
Fasilitasi Puluhan Ribu...
Fasilitasi Puluhan Ribu UMKM Ekspor, BI Apresiasi BNI
HUT BNI ke-74, Pegawai...
HUT BNI ke-74, Pegawai dan Serikat Pekerja Sebar 146.000 Paket Sembako
BNI Ubah Jam Operasional...
BNI Ubah Jam Operasional Selama Bulan Ramadan
BNI Catat Kenaikan Transaksi...
BNI Catat Kenaikan Transaksi Nasabah Premium di Private Event BNI-Emirates Travel Fair 2025
Peringati HUT ke-76,...
Peringati HUT ke-76, BNI Terus Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan SDM
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved