Ditjen PSP Kementan Turut Beri Bantuan Korban Banjir di Sultra

Jum'at, 14 Juni 2019 - 23:36 WIB
Ditjen PSP Kementan...
Ditjen PSP Kementan Turut Beri Bantuan Korban Banjir di Sultra
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian turut berpartisipasi memberikan bantuan bagi korban banjir di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Diketahui, wilayah yang terdampak banjir ada 4 Kabupaten, yakni Kabupaten Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe, dan Konawe Selatan.

Ditjen PSP Kementan juga menggandeng stakeholder dalam memberikan bantuan. Di antaranya PT Jasindo yang merupakan mitra asuransi pertanian, dan Pupuk Indonesia yang merupakan mitra program pupuk bersubsidi.

Bantuan yang diberikan Ditjen PSP sebanyak 1 truk dengan nilai sebesar Rp47,8 juta. Bantuan terdiri dari beras 4 ton senilai Rp40 juta, air mineral 200 karton senilai Rp7,8 juta termasuk pengangkutan bantuan ke lokasi banjir. Sementara bantuan dari Pupuk Indonesia sebanyak 14 truk senilai Rp400 juta, dan Jasindo sebanyak 1 truk senilai Rp25 juta. Total bantuan senilai Rp472,8 juta (15 unit truk).

Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy mengatakan, pihaknya juga siap memberikan bantuan secepat mungkin apabila terjadi kerusakan jaringan irigasi pertanian.

"Apabila ada irigasi yang rusak, segera ajukan untuk rehabilitasi. Untuk kerusakan-kerusakan di lahan pertanian, apabila membutuhkan excavator, kita juga bisa segera merelokasi," kata Sarwo Edhy, Jumat (14/6/2019).

Sarwo Edhy menjelaskan, untuk para petani yang telah mengikuti asuransi pertanian, akan mendapatkan ganti rugi berupa uang. Sementara bagi petani yang belum mendaftar asuransi, pemerintah sudah menyiapkan alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk bantuan benih dan alat mesin pertanian (alsintan).

"Insya Allah, bagi yang sawah dan kebunnya rusak, kami akan salurkan bantuan bibit, pupuk, alat mesin pertanian dalam bentuk brigade dan sebagainya. Kita akan inventarisasi langsung untuk mengetahui tingkat kerusakan dan memberikan bantuan sehingga produksi tanaman pangan, perkebunan dan holtikultura bisa kembali dijalankan," jelasnya.

"Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Terkhusus para petani yang lahannya juga terdampak," sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memantau langsung pengiriman bantuan dan memastikan bantuan terdistribusi dengan baik dan tepat sasaran di Kabupaten Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe, dan Konawe Selatan.

"Alhamdulillah, bantuan yang kita himpun sudah siap diberangkatkan dari Kendari menuju lokasi yang terdampak banjir yaitu di Konawe Utara, Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur. Kami serahkan langsung kepada pemerintah daerah untuk didistribusikan ke masyarakat secara langsung," ujar Mentan Amran saat melepas bantuan total 65 truk, berupa 1 truk benih padi dan 64 truk bantuan bahan pokok di Markas Komando Resort Militer 143/Halu Oleo, Kamis (13/6).

Kementan telah berhasil menghimpun dana bantuan sebesar Rp12 miliar, baik dari internal sumbangan karyawan maupun donasi mitra Kementan. Bantuan senilai Rp4 miliar langsung disampaikan hari ini di Kendari dan Rp8 miliar berupa program terkait penaggulangan bencana untuk sektor pertanian.

Dalam kesempatan ini, Menteri Amran melepas bantuan berupa perlengkapan dan kebutuhan sehari-hari seperti mie instan, beras, minyak goreng, air minum, biskuit, popok sekali pakai untuk bayi, selimut, sabun, dan sebagainya.

"Terima kasih kepada semua pihak, terutama relawan yang dengan sigap membantu para korban banjir," ujarnya.

Selain mengawal distribusi bantuan, Mentan Amran turut meninjau lokasi lahan dan infrastruktur pertanian yang terdampak banjir bandang. Kementan sendiri akan mendirikan posko-posko di lokasi tersebar di Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe, dan Konawe Selatan. Sejumlah posko tersebut didirikan untuk mengidentifikasi dan merehabilitasi sektor pertanian.

"Kami meminta tim Kementan dan daerah bergerak cepat membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana. Posko-posko yang didirikan juga sudah bisa menghimpun data sementara jumlah kerugian atas lahan persawahan yang rusak maupun hewan ternak yang terdampak banjir," sebutnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penyuluh Pertanian tetap...
Penyuluh Pertanian tetap Dampingi Petani meski Darurat Bencana
Penanganan Banjir Padaherang,...
Penanganan Banjir Padaherang, Pangandaran Bakal Gunakan APBN
Kementan Ajak Penyuluh...
Kementan Ajak Penyuluh Bangkitkan Semangat Petani Atasi Dampak Bencana
Lahan Diterjang Banjir,...
Lahan Diterjang Banjir, Petani di Landak Harus Segera Urus Klaim Asuransi
Lahan Diterjang Banjir,...
Lahan Diterjang Banjir, Petani di Landak Diminta Segera Urus Klaim Asuransi
Kementerian PPPA Ingin...
Kementerian PPPA Ingin Luwu Utara Jadi Role Model Penanganan Pascabencana
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
34 menit yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
47 menit yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
1 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
2 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
2 jam yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved