Perang Dagang Pangkas Pertumbuhan Ekonomi 1%

Rabu, 19 Juni 2019 - 12:26 WIB
Perang Dagang Pangkas...
Perang Dagang Pangkas Pertumbuhan Ekonomi 1%
A A A
JAKARTA - ASEAN+3 Macroeconomy Research Office (AMRO) menyatakan ketegangan perdagangan dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi kawasan sebanyak 40 bps. Bahkan dalam jangka pendek, dampak negatif terhadap pertumbuhan di beberapa negara kawasan secara absolut berpotensi lebih besar mencapai 100 bps (1%).

Kepala Ekonom ASEAN+3 Macroeconomy Research Office (AMRO) Hoe Ee Khor mengatakan, di situasi ekstrem ini, Amerika Serikat (AS) dan China diasumsikan akan mengenakan tarif sebesar 25% untuk semua impor antara kedua negara. “AS dan Tiongkok akan sama-sama dirugikan, terlebih jika tambahan kebijakan non-tarif Juga diterapkan,” ujar Khor di Jakarta, kemarin.

Menurut Khor, dampak absolut perang dagang terhadap pertumbuhan ekonomi AS selama 2019-2020 relatif lebih rendah yang diperkirakan terpangkas 30 bps dibandingkan terhadap China yang pertumbuhan ekonominya bisa melorot 60 bps. Namun, dampak relatif terhadap AS akan jauh lebih besar yakni sekitar 13% terhadap pertumbuhan rata-rata 2019-2020 dibandingkan terhadap Chinya yang masih di bawah 10%.

Sementara untuk Indonesia, lanjut dia, diyakini tidak terpengaruh secara signifikan dampak perang dagang. Hal tersebut dikarenakan industri di Indonesia belum terlibat sepenuhnya dalam rantai pasok global manufaktur khususnya sektor elektronik.

Dia pun masih memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 5,1% untuk 2019 dan 2020. Namun demikian, otoritas di kawasan harus terus waspada mengingat risiko menjadi semakin nyata.

Khor menuturkan, beberapa negara kawasan telah menerapkan langkah-langkah kebijakan yang bersifat pre-emptive atau frontloaded yang telah membantu meredakan kekhawatiran pasar. Bahkan, di beberapa negara kebijakan moneter telah diperketat untuk menjaga stabilitas eksternal dan inflasi domestik, serta membendung akumulasi risiko yang mengancam stabilitas keuangan akibat periode suku bunga rendah yang berkepanjangan.

"Langkah-langkah lain seperti penangguhan proyek infrastruktur yang membutuhkan banyak bahan baku Impor juga telah dilakukan untuk mengurangi tekanan pada transaksi berjalan," terang dia.

Di sisi fiskal, anggaran pemerintah yang sehat mendukung kebijakan fiskal untuk memainkan peran countercyclical yang meski terbatas namun penting. Khor mengungkapkan, beberapa negara kawasan juga telah mengadopsi kebijakan yang cenderung ekspansif atau memprioritaskan ulang pengeluaran jika terdapat keterbatasan fiskal.

"Setelah periode pertumbuhan yang tinggi didukung oleh kondisi keuangan global yang longgar beberapa ekonomi kawasan saat ini mengalami pertambatan siklus kredit dan beberapa telah melonggarkan kebijakan makroprudensial untuk mendorong penyaluran kredit," beber dia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengungkapkan, risiko dari ketegangan perdagangan global akan berdampak pada semester kedua tahun 2019. Tantangan dari pertumbuhan ekonomi global yang lemah akan semakin dirasakan pada semester kedua tahun ini.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memandang, pemulihan ekonomi global lebih rendah dari perkiraan. Hal ini disebabkan oleh prospek pertumbuhan ekonomi AS yang menurun, perbaikan ekonomi Eropa yang diperkirakan lebih lambat, serta ekonomi China yang diperkirakan belum kuat.

Menurut dia, risiko eskalasi perang dagang yang meningkat turut menurunkan prospek ekonomi global 2019. "BI memperkirakan PDB dunia 2019 dan 2020 mencapai 3,3% dan 3,4%," kata Perry. (Kunthi Fahmar Sandy)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Negara-negara Ini Paling...
Negara-negara Ini Paling Tahan Terhadap Perang Dagang, RI Termasuk!
Efek Perang Dagang,...
Efek Perang Dagang, Indef Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI di 2025 Jadi 4,87%
Surplus Neraca Dagang...
Surplus Neraca Dagang Belum Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
OECD Pangkas Ekonomi...
OECD Pangkas Ekonomi Global Jadi 2,9% di 2025, Indonesia Tak Sampai 5%
Lampaui Target, Ekonomi...
Lampaui Target, Ekonomi China Melesat Tumbuh 5,2% di Kuartal II-2025
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
8 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
9 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
9 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
10 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
10 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
10 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved