Dorong Komoditas Perkebunan Siap Ekspor

Jum'at, 21 Juni 2019 - 05:13 WIB
Dorong Komoditas Perkebunan...
Dorong Komoditas Perkebunan Siap Ekspor
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian terus mendorong melakukan pengembangan produksi perkebunan siap ekspor untuk meningkatkan devisa negara. Salah satunya pengembangan komoditas ekspor asal Sulawesi Tenggara.

"Sedikitnya ada 7 komoditas perkebunan yang diunggulkan. Antara lain kakao, kopra, lada, kemiri kacang mede, cengkeh dan jagung. Semuanya harus menjadi andalan bagi pasokan kebutuhan dalam negeri dan juga devisa negara," kata Kepala Badan Karantina Pertanian Badan Karantina Ali Jamil saat penandatanganan nota kesepahaman pengembangan komoditas Sultra di Rumah Jabatan Gubernur di Kendari.

Menurut Jamil, pemerintah daerah sudah seharusnya melakukan pengembangan terhadap potensi perkebunan yang ada. Langkah ini sesuai dan sejalan dengan apa yang sedang ditempuh Kementerian Pertanian.

"Ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian yang menerapkan jemput bola peluang dan potensi komoditas ekspor pertanian diseluruh daerah. Kita sangat kaya, yang diperlukan tinggal komitmen dan kerja keras bersama," katanya.

Ali menekankan, sedikitnya ada 6 poin yang harus dikerjakan bersama. Yang pertama, kata dia, semua pihak harus memberi perlindungan pada Sumber Daya Alam dan Plasma Nutfah (Sumber Daya Genetik) di Sulawesi Tenggara. Kedua adalah penyiapan benih antara Pemerintah Provinsi dengan Pusat.

"Berikutnya adalah penyiapan infrastruktur ekspor produk pertanian, Bimbingan teknis dalam penanganan pasca panen, Pengoptimalan produktivitas lahan dan Akses pasar internasional," katanya.

Di tempat yang sama, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi mengapresiasi langkah dan kinerja Kementerian Pertanian untuk memacu pembangunan pertanian yang diharapkan. Dia berharap semua potensi ekspor terus berkembang sehingga meningkatkan kesejahteraan petani, pelaku dan masyakarat di Sulawesi Tenggara.

"Kemudian untuk para pelaku usaha bidang agribisnis, saya mengapresiasi kerjasama ini karena telah memberi nilai tambah dengan mengolah komoditas pertanian menjadi barang setengah jadi yang berdampak langsung pada lapangan pekerjaan bagi masyarakat," katanya.

Sementara Kepala Karantina Pertanian Kendari, Mastari menerangkan bahwa produk kakao asal Sultra berhasil menembus pasar ekspor Belanda di tahun 2018. Lebih dari itu, pasarnya juga merambah ke negara lain, Jerman.

Berdasarkan data sistem otomasi perkarantinaan IQFAST, produksi kakao Butter yang dikelola PT. Kalla berhasil dilepas ke Belanda sebanyak 360 ton dengan frekwensi 4 kali tujuan Belanda.

"Kemudian pada periode Januari hingga pertengahan Juni 2019, PT tersebut mengirim 240 ton dengan frekwensi 6 kali, tujuan Belanda dan Jerman. Ini artinya peningkatan ekspor cukup signifikan," kata Mastari.

Sekedar diketahui, Karantina Pertanian Kendari sebagai unit vertikal memiliki tugas menjaga kelestarian sumber daya alam hayati. Kini, sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan negara, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberi tugas khusus berupa akselerasi ekspor produk pertanian.Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan terobosan layanan percepatan ekspor dengan menggencarkan bimbingan teknis (Agro Gemilang) bagi eksportir muda. "Makanya, uji laboratorium karantina yang dapat dipercaya negara tujuan ekspor, membuat komoditas diterima dan memiliki daya saing," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kebijakan FKPM: Masyarakat...
Kebijakan FKPM: Masyarakat Dilarang Serobot Kebun Inti Perusahaan
Capai 86.832 Hektar,...
Capai 86.832 Hektar, Jawa Barat Provinsi dengan Perkebunan Teh Terluas di Indonesia
Mitigasi Perubahan Iklim,...
Mitigasi Perubahan Iklim, Program CSR Sambu Group Lindungi Perkebunan Kelapa Rakyat
Hari Perkebunan Nasional,...
Hari Perkebunan Nasional, Arum Sabil Minta Pemerintah Lirik Bio Energi Perkebunan
PTPN XIV Unit Kebun...
PTPN XIV Unit Kebun Awaya Rencana Ganti Komoditas
PTPN V Terus Jaga Harmonisasi...
PTPN V Terus Jaga Harmonisasi dengan Warga Sekitar Perkebunan
Berita Terkini
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
14 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
21 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
29 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
55 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved