Hadapi Tantangan Global, Ini Pekerjaan Rumah Pemerintah

Rabu, 26 Juni 2019 - 16:08 WIB
Hadapi Tantangan Global,...
Hadapi Tantangan Global, Ini Pekerjaan Rumah Pemerintah
A A A
JAKARTA - Dalam lingkup domestik, pemerintah melihat adanya defisit transaksi berjalan, masih tingginya impor, peningkatan daya saing, isu ketenagakerjaan, serta bergulirnya era industri 4.0 sebagai tantangan yang perlu diatasi. Meski begitu Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian Susiwijono mengaku, tetap optimistis ekonomi mampu tumbuh di atas 5%.

"Indonesia juga perlu mengantisipasi beberapa isu eksternal terkait perekonomian global yang perlu diantisipasi. Tantangan-tantangan yang ada juga bisa menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas, pemerintah telah melakukan beberapa terobosan kebijakan, khususnya untuk mendorong peningkatan investasi dan ekspor. Pertama, dengan mengintegrasikan seluruh pelayanan perizinan berusaha secara elektronik melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Selanjutnya, pemerintah mendorong investasi melalui insentif fiskal. "Dalam insentif tax holiday, penanaman modal baru dengan nilai industri di atas Rp500 miliar berhak mendapatkan pembebasan pajak penghasilan badan, dengan jangka waktu antara 5 (lima) hingga 20 (dua puluh) tahun," kata Susiwijono.

Pemerintah juga memberikan insentif tax allowance bagi 184 KBLI berupa pengurangan pajak penghasilan neto sebesar 30% dari nilai penanaman modal. Selain itu juga diberikan insentif lain seperti investment allowance untuk industri padat karya, super deduction tax untuk kegiatan vokasi dan litbang, serta perubahan tarif PPN dan PPnBM untuk kendaraan bermotor.

Melalui Paket Kebijakan Ekonomi 16, pemerintah melakukan relaksasi Daftar Negatif Investasi, yang semula 515 bidang usaha menjadi 376 bidang usaha, untuk meningkatkan daya tarik dan daya saing investasi.

Pemerintah pun telah membentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna menarik investasi dan meningkatkan output sektor industri. Untuk mendukung perkembangan Industri 4.0, telah ditetapkan 5 (lima) industri prioritas yang akan didorong untuk memajukan perekonomian Indonesia, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri elektronik, industri otomotif, serta industri kimia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
7 jam yang lalu
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
8 jam yang lalu
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
8 jam yang lalu
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
9 jam yang lalu
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
9 jam yang lalu
Infografis
Berbahaya, 8 Pekerjaan...
Berbahaya, 8 Pekerjaan Rumah yang Tak Boleh Dilakukan Ibu Hamil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved