Luhut Kabarkan Raja Salman Siap Investasi Rp99 Triliun di Indonesia

Selasa, 02 Juli 2019 - 14:13 WIB
Luhut Kabarkan Raja...
Luhut Kabarkan Raja Salman Siap Investasi Rp99 Triliun di Indonesia
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, membeberkan hasil pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Osaka, Jepang 28-29 Juni 2019.

Luhut menjelaskan pada KTT G20 tersebut, Presiden Jokowi bertemu dengan beberapa para pemimpin dunia, salah satunya Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi.

Luhut mengabarkan bahwa Raja Salman dari Arab Saudi berencana kembali datang ke Indonesia. Rencana kunjungan kedua Raja ketujuh Arab Saudi ini terkait investasi perusahaan migas Saudi Aramco yang akan berinvestasi di kilang Balangan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selain itu, rencana investasi Arab Saudi lainnya di Indonesia.

"Raja Salman akan datang kembali ke Indonesia, menunggu Aramco masuk ke Balangan. Saat ini sedang proses dan menunjuk konsultan independen untuk evaluasi dengan nilai investasi sekitar USD7 miliar," ujar Luhut di Jakarta, Selasa (2/7/2019). Jika dikonversi nilai tersebut setara Rp99 triliun (kurs Rp14.165 per USD).

Luhut melanjutkan bahwa Raja Salman juga menjanjikan investasi besar-besaran di Indonesia. "Saat di G20, Raja Salman mengucapkan selamat atas pemilihan Presiden Jokowi. Raja Salman akan bantu banyak hal, dalam arti lebih dekat dan intens lagi dengan Indonesia".

Selain itu, Luhut menambahkan dalam pertemuan bilateral di G20, Presiden Jokowi juga mengadakan pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden China Xi Jinping, dan beberapa pemimpin negara lain, dimana beberapa diantaranya membuahkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

"Dalam pertemuan dengan Presiden Erdogan yang berlangsung sangat bersahabat, Presiden Erdogan selalu menelepon Presiden Jokowi bila ada masalah Timur Tengah. Dan Turki berencana bekerjasama dengan industri pertahanan kita seperti PT PAL dan PT Dirgantara Indonesia," terangnya.

Demikian pula dengan Presiden China Xi Jinping, dimana Presiden Jokowi meminta pendanaan khusus namun tetap dalam konteks business to business (B2B). "Jadi kita tidak akan memberatkan anggaran dan menambah beban pemerintah," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Luhut Atur Kunjungan...
Luhut Atur Kunjungan Delegasi Arab Saudi ke Indonesia Sebelum Bulan Puasa
Saudi Aramco Gagal Investasi,...
Saudi Aramco Gagal Investasi, Luhut Ungkap Komplain Putra Mahkota Arab Saudi
Dubes Arab Saudi Bongkar...
Dubes Arab Saudi Bongkar Alasan Saudi Aramco Cabut dari Proyek Kilang Pertamina
Pangeran Faisal: Kesepakatan...
Pangeran Faisal: Kesepakatan Arab Saudi-Iran Wujud Tekad Selesaikan Konflik Lewat Dialog
Saudi Aramco Serahkan...
Saudi Aramco Serahkan Kontrak Rp406,6 Triliun untuk Ekspansi Gas
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Berita Terkini
Naik 5,6%, SIG Catat...
Naik 5,6%, SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton di Semester I 2026
4 menit yang lalu
Media Asing Soroti Mundurnya...
Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia
22 menit yang lalu
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
8 jam yang lalu
7 Tahun Pimpin BI Sebelum...
7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang
9 jam yang lalu
Ribuan Sengketa Pajak...
Ribuan Sengketa Pajak Bermunculan, Perbedaan Tafsir Masih Jadi Pemicu Utama
9 jam yang lalu
Pj Gubernur BI: Proses...
Pj Gubernur BI: Proses Pergantian Perry Warjiyo Ikuti Mekanisme UU, Belum Ada Nama Calon
10 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved