Kegiatan Penanaman Program Serasi di Banjar Kalsel Mulai Dilaksanakan

Selasa, 02 Juli 2019 - 18:50 WIB
Kegiatan Penanaman Program...
Kegiatan Penanaman Program Serasi di Banjar Kalsel Mulai Dilaksanakan
A A A
JAKARTA - Pelan tapi pasti program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) 2019 di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), terus berjalan. Bahkan sejak sekitar sebulan lalu, kegiatan penanaman mulai dilaksanakan.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy, mengatakan kegiatan penanaman dilakukan di dua wilayah. Yakni di Kecamatan Cintapuri Darussalam dan Martapura Barat.

"Tidak sedikit tantangannya. Pertama, areal pertanian tergenang pada musim hujan (rendeng). Kedua, infrastruktur irigasi di lahan rawa belum lengkap. Kemudian keterbatasan tenaga kerja pertanian dan jaminan harga dan pemasaran rendah," ujar Sarwo Edhy di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Meski berat, lanjut Sarwo Edhy, potensi lahan rawa yang siap untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian harus dilakukan. Dan program ini diperlukan untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan.

"Pengamanan ketahanan pangan nasional melalui jumlah hasil produksi juga perlu terus ditingkatkan. Ini juga sebagai upaya peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan luas areal tanam komoditas pertanian. Lalu sasaran akhir kedaulatan pangan pada tahun 2045," tutur Sarwo Edhy.

Untuk mempermudah pengerjaan, lanjut Sarwo, Kementan telah mempersiapkan berbagai faktor pendukung, seperti membangun jalan agar mempermudah masuknya alat berat ke lokasi.

"Awalnya akses jalan tidak bisa dilalui mobil, akhirnya dibuat jalan baru yang sudah diaspal," lanjut Sarwo.

Sarwo mengatakan Kalimantan Selatan merupakan wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam merealisasikan program serasi mengingat lahan rawa yang tersedia cukup luas.

Maka tak heran Kementan menyediakan dana Rp600 miliar, terbesar kedua setelah Sumatera Selatan (Sumsel) yakni Rp800 miliar. "Kalimantan Selatan memiliki lahan rawa hampir 80%, ini potensi besar," ujar Sarwo.

Ke depan, Sarwo akan mendorong para petani setempat untuk menggunakan lahan rawa yang sudah disediakan. Sebab menurutnya ketersedian Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi masalah serius dalam realisasi program Serasi.

"Kami akan memberikan contoh cara mengelola lahan rawa dan memfasilitasinya hingga berjalan, seperti membuka akses ke lokasi," tutup Sarwo.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Banjar, HM Fachry, mengatakan kegiatan penanaman berada di Cintapuri, yaitu di Desa Simpanglima dan Cindangjaya. Sedangkan di Martapura Barat adalah di Desa Sungaibatang dan Sungairangas.

"Karakteristik dua wilayah itu berupa tadah hujan sehingga bisa lebih awal digarap. Genangan air di area persawahan tidak terlalu dalam," jelas Fachry.

Ia menambahkan, tahun ini, Kabupaten Banjar mendapat alokasi 38.000 hektar untuk kegiatan Serasi yang digulirkan Kementerian Pertanian. Saat ini, tim konsultan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus bergerak di lapangan melakukan survei investigasi desain (SID).

"Kegiatan ini untuk menetapkan lahan yang layak untuk pelaksanaan Serasi. Saat ini telah tercatat 22.776 hektar hasil SID. Secara teknis, luasan lahan ini telah dinyatakan aman, air bisa dikelola atau diatur," terangnya.

Fachry mengatakan, pihaknya dibantu TNI dalam pelaksanaan Serasi. Pada level di lapangan, PPL didampingi Babinsa untuk melakukan pendampingan kepada para petani.

Dikatakannya, tujuh unit ekskavator besar sejak Ramadhan lalu beraktivitas di wilayah Cintapuri dan Martapura Barat. Kegiatannya berupa pembuatan atau pembenahan tanggul saluran air.

Sekadar diketahui, pola penanaman program Serasi yakni Tabela (tanam benih langsung). Ini artinya, kondisi lahan mesti macak-macak atau minim air (becek) sehingga benih padi mudah ditaburkan.

"Dua lokasi sejak beberapa pekan lalu mulai jalan kegiatannya yakni di Sungairangas dan Sindangjaya. Kalau yang sudah tanam di Simpanglima," beber Fachry.

Setelah Lebaran, kegiatan Serasi juga mulai intens direalisasikan di wilayah Kecamatan Mataraman, Astambul, termasuk juga di Karangintan.

Pejabat eselon II di Bumi Barakat ini mengatakan program Serasi memang mempersyaratkan tata air yang baik. Karena itu, lahan yang telah ditetapkan sesuai hasil SID, dibenahi tata airnya. Upaya itu penting untuk mengendalikan air, terutama saat musim penghujan dan musim kemarau.

Pembenahan tanggul juga dilengkapi pintu-pintu airnya untuk mempermudah mempertahankan genangan air secukupnya di hamparan lahan.

"Dibikin pintu-pintu supaya air di lahan tiral langsung habis. Itu pembuatan tata airnya per kluster. Satu kluster minimal 100 hektar, di blok dengan tanggul keliling," beber Fachry.

"Target kami setidaknya terealisasi 20-an ribu hektar karena kan memang peralatan yang tersedia terbatas," ungkapnya.

Pada lahan lebak realisasinya agak lama karena tanan padi lokal yang ditanam petani panen saat kemarau sekitar Juli atau Agustus hingga September.

"Jadi nanti di sebagian wilayah mungkin realisasinya sekitar Oktober atau November," sebutnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sinergikan Program Pertanian...
Sinergikan Program Pertanian Lewat Panen Semangka Manis Bersama
Kementan: Pandemi Tak...
Kementan: Pandemi Tak Halangi Capaian Program Sikomandan
Legislator di Daerah...
Legislator di Daerah Diharapkan Turut Dukung Program Pertanian
Program Food Estate...
Program Food Estate Bisa Mulus dengan Empat Pilar Ini
Penuhi Pangan bagi 273...
Penuhi Pangan bagi 273 Juta Penduduk Indonesia, Program Food Estate Dipercepat
Riwayat Pendidikan Mentan...
Riwayat Pendidikan Mentan Amran Sulaiman Pencetus Program Petani Milenial 2024
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved