Komisi IV DPR Apresiasi Program Serasi di Banyuasin

Kamis, 04 Juli 2019 - 22:28 WIB
Komisi IV DPR Apresiasi...
Komisi IV DPR Apresiasi Program Serasi di Banyuasin
A A A
JAKARTA - Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) Kementerian Pertanian (Kementan) mendapat perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sejumlah anggota DPR dari komisi IV melakukan kunjungan kerja ke Desa Telang Sari Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.

Dalam kunjungan kerja ini, anggota komisi IV DPR melakukan tatap muka langsung dengan petani setempat. Para petani diberi kesempatan menyampaikan keluh kesahnya kepada anggota Komisi IV DPR yang didampingi oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy.

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Michael Wattimena, mengatakan Desa Talang Sari mendapatkan prioritas terkait dengan optimasi lahan rawa dan program Serasi. Dikatakannya, ini menjadi sangat penting kunjungan DPR ke sini untuk melihat apa yang menjadi kendala hambatan yang ditemui oleh para petani.

"Tadi telah disampaikan beberapa hal yang menjadi kendala dan hambatan untuk produktivitas pertanian kedepan. Yang pertama itu adalah menyangkut dengan yang namanya alsintan, dan Pak Dirjen telah mendengarkan itu semua dan akan direspon secara positif," kata Michael yang mengepalai rombongan.

Michael mengatakan, dirinya sudah mendapat penjelasan dari Dirjen PSP Kementan. Dengan diberikannya alsintan maka yang tadinya lahan itu hanya menghasilkan 2 ton per hektar tetapi kalau dioptimasi dengan program Serasi, maka ini akan memberikan tambahan menjadi 5 sampai 6 ton per hektar.

"Itulah yang membuat kami hadir di sini untuk memberikan dukungan kepada para petani yang ada di Desa Talang Sari untuk lebih meningkatkan produktivitas mereka kedepan," kata Michael.

Michael menjelaskan, program optimasi lahan rawa ini tidak banyak dilakukan di berbagai provinsi. Hanya tiga provinsi dengan jumlah daripada program ini hanya 500 ribu hektar. Dan 250 ribu hektar itu berada di provinsi Sumatra Selatan yang saat ini sudah secara optimal itu 200 ribu hektar yang dioptimalkan.

"Ini luar biasa, maka itu dengan jumlah yang begitu banyak maka kami mau melihat sampai sejauh mana program ini diimplementasikan di Sumatera Selatan khususnya di Desa Talang Sari. Semoga kedepan melalui Dirjen PSP dan Kementerian Pertanian ini lebih meningkatkan program ini kedepan," pungkas Michael Wattimena.

Sumatra Selatan merupakan salah satu daerah yang menjadi sentra produksi padi terbesar di Indonesia selain Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Sumatra Utara. Sumatra Selatan juga yang telah menjalani program Serasi yang merupakan upaya pengelolaan lahan rawa melalui kegiatan optimalisasi lahan rawa dan pengembangan usaha tani oleh kelompok tani dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas serta pendapatan petani.

Pada tahun 2019, Kementan mencanangkan Program Serasi sudah berjalan di Sumatera Selatan seluas 200 ribu hektar. Salah satunya daerah di Kabupaten Banyuasin seluas 82.550 hektar.

"Kita sangat mengapresiasi dengan adanya kunjungan anggota Komisi IV DPR ke Desa Talang Sari, Kabupaten Banyuasin. Karena wakil rakyat dari anggota DPR ikut memperhatikan dan melihat langsung program Serasi yang menjadi andalan Kementrian Pertanian yaitu bagaimana kita bisa mengelola lahan rawa ini menjadi lahan yang produktif dan bisa ditanam dua kali atau tiga kali dalam setahun," kata Sarwo Edhy, Kamis (4/7/2019).

Sarwo Edhy menambahkan, perhatian wakil wakil rakyat sangat luar biasa dan maksimal. Setiap program pertanian yang menyentuh masyarakat petani langsung didukung dan disetujui.

Dijelaskannya, rawa adalah masa depan Indonesia. Terdapat 10 juta ha yang bisa dijadikan untuk lahan pertanian produktif antara lain di Sumatra Selatan dan Kalsel.

"Kita fokus untuk penyelesaian program Serasi di Sumatra Selatan karena program di sini terbesar," tambah Sarwo Edhy.

Kementan memang sedang gencar menggarap lahan rawa lebak dan pasang surut. Kementan pun memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa ekskavator, yang diberikan kepada masyarakat tani agar dioptimalkan pemanfaatannya.

"Dengan memanfaatkan ekskavator tersebut, maka lahan rawa dan lebak menjadi produktif, seperti di Sumatra Selatan," kata Sarwo Edhy.

Untuk lahan rawa, Ditjen PSP telah menyiapkan bantuan 200 unit ekskavator besar dan 14 unit ekskavator mini dari pengadaan tahun 2018. Direncanakan akan dilakukan penambahan sebanyak 30 unit ekskavator mini pada tahun 2019.

Sarwo menyebutkan, Kementan telah menyalurkan bantuan ekskavator sebanyak 69 unit di Provinsi Sumsel. Berdasarkan pantauan, bantuan tersebut bekerja optimal untuk pengerukan saluran irigasi yang mengalami pendangkalan, pembuatan jalan usaha tani dan optimasi lahan rawa lebak dan lahan rawa pasang surut.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bahas Sejumlah Program...
Bahas Sejumlah Program Prioritas, Rapat DPR dengan Kemhan Digelar Tertutup
Komisi V DPR Apresiasi...
Komisi V DPR Apresiasi Capaian Realisasi Anggaran Kemenhub Tahun 2020
Dapat Anggaran Rp42,36...
Dapat Anggaran Rp42,36 Triliun, Ini Program Prioritas Kemenkeu
DPR Minta Kementan Lakukan...
DPR Minta Kementan Lakukan Penelitian Lanjutan Kalung Anti-Corona
Kritik Adian Napitupulu...
Kritik Adian Napitupulu ke Kementerian BUMN Dinilai Salah Alamat
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
26 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
35 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
51 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
53 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved