alexametrics

Kementan Catat Lebih dari 100 Wilayah Dilanda Kekeringan

loading...
Kementan Catat Lebih dari 100 Wilayah Dilanda Kekeringan
Kementan Catat Lebih dari 100 Wilayah Dilanda Kekeringan
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat terdapat sekitar 100 kabupaten/kota terdampak kekeringan pada musim kemarau 2019 yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, dan NTT.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy menyebutkan total luas kekeringan pada musim kemarau 2019 mencapai 102.746 hektare (ha).

"Tercatat Jawa Timur menjadi provinsi dengan wilayah paling luas terdampak kekeringan mencapai 34.006 ha dengan puso 5.069 ha. Kemudian, diikuti Provinsi Jawa Tengah dengan luas kekeringan mencapai 32.809 ha dengan puso 1.893 ha, Jawa Barat 25.416 ha dan puso 624 ha," ujar Sarwo di Gedung Kementan, Jakarta, Senin (9/7/2019).



Sebagai tambahan, luas kekeringan di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 6.139 ha dengan puso 1.757 ha, Banten kekeringan 3.464 ha, NTB 857 ha dan NTT 55 ha dengan puso 15 ha.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumarjo Gatot Irianto mengatakan pihaknya akan membuat mitigasi bencana kekeringan. Dia pun memastikan mitigasi bencana kekeringan ini akan lebih berbeda dibandingkan tahun lalu.

"Tahun ini agak berbeda dari mitigasi kekeringan sebelumnya karena kita melibatkan wilayah-wilayah yang ketika terjadi kekeringan justru jadi sumber pertumbuhan luas tanam baru. Ini diharapkan selain mengkompensasi yang busuk, juga menambah areal tanam baru yang produktivitasnya dan mutunya makin bagus karena organisme pengganggu tanamannya relatif makin kecil," katanya.

Dia menyebutkan arahan menteri pertanian bahwa setiap daerah yang terdampak maupun perluasan tanam areal tanah membentuk posko adaptasi kekeringan yang diresmikan oleh bupati.

"Sehingga bupati jadi lead-nya dalam mitigasi dana kekeringan. Nah ini minta difoto dan diunggah di grup supaya ketahuan seberapa intensif pekerjaan kita di lapangan," jelasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top