Menteri Bambang Ungkap Dua Penyebab Ekonomi Indonesia Mentok di 5,3%

Selasa, 09 Juli 2019 - 11:52 WIB
Menteri Bambang Ungkap...
Menteri Bambang Ungkap Dua Penyebab Ekonomi Indonesia Mentok di 5,3%
A A A
BOGOR - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia maksimal hanya di angka 5,3%.

"Jadi sulit sekali untuk tambah di atas 5,3%. Nah ke depan, tentunya kita ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi di dalam RPJMN, kami menawarkan tiga skenario. Ada skenario rata-rata pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan 5,4%. Skenario dasar, kemudian skenario moderat 5,7% per tahun, dan skenario optimis 6% per tahun," katanya di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (9/7/2019).

Dia menyebut ada faktor utama yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat yakni regulasi dan institusi. Bambang menyebut faktor institusi dalam hal ini adalah birokrasi pemerintahan masih dianggap belum cukup handal untuk bisa memudahkan investasi maupun melancarkan di sektor perdagangan.

"Sedangkan di regulasi, hambatan utamanya adalah masih banyaknya regulasi. Misalnya untuk ekspor saja, administrasi dan kepabeanan di Indonesia memakan waktu rata-rata 4,5 hari. Ini lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga seperti Singapura setengah hari, Vietnam Thailand yang sekitar dua harian," jelasnya.

Kemudian dalam kemudahan berusaha atau easy doing of business, rata-rata masih 19 hari. Hal itu masih jauh dari negara tetangga yang waktu pelayanan untuk memulai investasi lebih cepat.

"Selain itu, ternyata biaya untuk memulai investasi di Indonesia pun lebih tinggi dibandingkan biaya memulai investasi di negara tetangga. Jadi hal-hal seperti itulah yang kami angkat sekaligus juga mengangkat pentingnya sumber daya manusia, terutama dari sisi pendidikan dan kesehatan," tuturnya.

Maka dari itu, pemerintah akan fokus kepada penataan regulasi, khususnya yang menghambat investasi maupun perdagangan. "Jadi kuncinya kepada penataan kembali regulasi dan implementasi dari regulasi di lapangan," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Tekankan Pentingnya Program Pemberdayaan Berbasis Data
Partisipasi Kementerian...
Partisipasi Kementerian PPN/Bappenas - Pavillion Indonesia di GPDRR 2022
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Buka Lowongan Kerja, Yuks Cek Posisi dan Persyaratannya!
Masuk 10 Besar, Tim...
Masuk 10 Besar, Tim PPD Kementerian PPN-Bappenas Mulai Nilai Sulsel
Kepala Bappenas Ingin...
Kepala Bappenas Ingin Gorontalo Pimpin Pemulihan Ekonomi Indonesia Timur
Resiko Kenaikan Tarif...
Resiko Kenaikan Tarif PPN bagi Seluruh Sektor Ekonomi
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
30 menit yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
50 menit yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
2 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
3 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia di All England 2026, Putri KW Sendirian di Tunggal Putri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved