Tekan Defisit Migas, PLN Genjot Energi Baru Terbarukan

Rabu, 10 Juli 2019 - 16:14 WIB
Tekan Defisit Migas,...
Tekan Defisit Migas, PLN Genjot Energi Baru Terbarukan
A A A
JAKARTA - PT PLN (Persero) terus meningkatkan perannya dalam menekan defisit minyak dan gas bumi (migas). Hal itu diwujudkan dengan membangun pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).

“Kami terus membangun infrastruktur pembangkit non migas. Bahkan sumber-sumber pembangkit non migas itu yang dioperasikan,” ujar Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN Sripeni Inten Cahyani kepada SINDONews di sela acara diskusi bertajuk ‘Battery Storage System a Trademark of Modern and Flexible Grids’ di Convinient Tower, Jakarta Rabu (10/7/2019).

Menurut dia, PLN telah mengakhiri pembangunan pembangkit listrik berbasis bahan bakar minyak (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel/PLTD). Kalaupun ada pembangunan PLTD, imbuhnya itu dilakukan di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) yang memang susah dijangkau.

“Keberadaan PLTD juga hanya sebagai back up jika terjadi masalah pada pembangkit utama sehingga sama sekali tidak dioperasikan. Jadi pembangkit berbasis bahan bakar minyak memang porsinya sudah sedikit sekali,” terang dia.

Berdasarkan RUPTL PLN 2018-2027 target bauran energi hingga akhir tahun 2025 antaralain, penggunaan batubara 54,4% , EBT 23,0%, Gas 22,2% dan BBM 0,4%. Bahkan dalam aturan RUPTL tersebut, imbuhnya, penggunaan batubara khususnya di Jawa merupakan yang terakhir kecuali yang sudah terjadi perjanjian jual beli tenaga listrik (Power Purchase Agreement/PPA).

Untuk pembangunan PLTU batubara di Sumatera dan Kalimantan harus dilakukan di mulut tambang. Adapun tambahan PLTG/PLTGU di Jawa harus melalui pipa/wellhead kecuali yang sudah PPA atau dilelang.

“Jadi urutannya itu PLTU, PLTA, PLTP kemudian PLTGU. Tapi begitu minyak itu menjadi opsi terakhir dan kalaupun dimungkinkan biarkan padam hanya sebagai cadangan,” ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat Migas Memperingatkan:...
Pengamat Migas Memperingatkan: Krisis Energi Sudah di Depan Mata
Babak Baru SKK Migas...
Babak Baru SKK Migas ke Depan: Ngurus Energi Baru Terbarukan
Dihadang Transisi Energi,...
Dihadang Transisi Energi, Sektor Migas Akan Tetap Eksis
Ridwan Kamil Sampaikan...
Ridwan Kamil Sampaikan Aspirasi Terkait RUU Energi Baru Terbarukan
Sekolah dengan Teknologi...
Sekolah dengan Teknologi Energi Terbarukan di Tasmania
Bos PLN Beberkan Strategi...
Bos PLN Beberkan Strategi Genjot Energi Terbarukan
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved