Pekan Lingkungan dan Kehutanan 2019, Kesadaran Milenial Makin Tinggi

Jum'at, 12 Juli 2019 - 21:54 WIB
Pekan Lingkungan dan...
Pekan Lingkungan dan Kehutanan 2019, Kesadaran Milenial Makin Tinggi
A A A
JAKARTA - Kesadaran kelompok kaum muda, khususnya kelompok milenial terhadap isu-isu lingkungan hidup, seperti sampah, plastik, dan lingkungan secara umum sudah sangat tinggi. Bahkan banyak kelompok milenial yang aktif sebagai relawan lingkungan demi kehidupan yang lebih baik.

Demikian benang merah dari diskusi menarik yang di gelar di salah satu booth yang ada di arena Pekan Lingkungan dan Kehutanan (PLK) 2019 di JCC Jakarta, Jumat (12/7/2019). Booth yang menggelar diskusi ini adalah “Pojok Milenial”. Di arena PLH, juga digelar sejumlah diskusi yang dihadiri banyak pengunjung baik dari Jakarta maupun perwakilan LH dari berbagai kota dan provinsi.

Para narsumber pun datang dari kelompok milenial yang sangat care pada isu-isu lingkungan yaitu Puteri Indonesia Lingkungan 2019 asal Sulut, Jolenee Marie, Direktur Gerakan Diet Kantong Plastik Indonesia (GIDKP) Tiza Mafira, dan aktivis lingkungan di Aceh, Zulfikar. Hadirin yang sebagaian besar kaum muda sangat antusias mendengar paparan dan testimoni mereka.

Puteri Indonesia Lingkungan 2019 Jolenee yang tampil segar dengan atribut mahkota, menceritakan bagaimana dirinya makin memahami dan akan terus menyuarakan pentingnya kaum muda dan milenial untuk peduli pada isu-isu lingkungan yang menjadi masalah kita bersama.

“Kecintaan saya pada lingkungan makin tebal setelah terpilih jadi Puteri Indonesia Lingkungan dan kini membantu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk kampanye dan advokasi lingkungan terutama kepada kaum muda,” kata Jolenee yang hobby naik gunung ini.

Jolenee menyinggung problem besar lingkungan hidup di negara kita yakni soal sampah plastik dan kerap disorot dunia internasional. Kita harus bisa membantu pemerintah mengurang isampah plastik dengan memberi advokasi pada masyarakat untuk mengurangi penggunana plastik.

“Bersamaan dengan advokasi saya terhadap lingkungan, saya sudah mengurangi penggunaan plastik. Saya tidak pakai sedotan plastik dan selalu membawa stainless straw. Alat-alat masak di rumah pun sekarang sudah pakai kayu bukan plastik,” ujar Jolenee sambil menebar senyum.

Narsumber hebat lainnya adalah Tiza Mafira yang bergerak secara simultan untuk diet plastik. Lewat Gerakan Diet Kantong Plastik Indonesia ini Tiza menyabet penghargaan Ocean Heroes 2018 dari Badan PBB untuk Lingkungan (UNET) dalam rangka Hari Samudera se-Dunia. Penghargaan yang pertama kalinya diberikan ini merupakan bagian dari Kampanye Clean Seas.

Tiza jadi salah satu dari lima orang yang mendapatkan penghargaan Ocean Heroes. Selain Tiza masih ada empat orang penerima penghargaan, masing-masing berasal dari India, Inggris Raya, Thailand dan Amerika Serikat. Ketika diskusi, Ia menyarankan bukan saja diet plastik tapi harus menguranginya karena plastik ada di sekitar kita, di setiap aktivitas dan menjadi sampah yang amat berbahaya.

“Upaya saya melaku gerakan via online dan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan offline dengan mereka yang sangat peduli pada lingkungan dan pengurangan plastik. Jadi gerakan lewat online harus disenergikan dalam pertemuan offline, sebab online seperti media sosial hanyalah flatform saja, yang riil yang kita hadapi,” papar Tiza yang pengacara ini.

Gerakan Tiza yang berbuah pada keluarnya peraturan plastik berbayar dan dilarangnya penggunaan plastik sekali pakai di sejumlah kota banyak diikuti kaum milenial. “Kepedulian kita harus direfleksikan dalan kegiatan sehari-hari. Kita harus pounya tujuan besar mengurangi sampah plastik sebesar mungkin,” tambahanya.

Sedangkan Zulfikar yang melakukan kegiatan kampanye pengurangan smapah plastik di Aceh juga sependapat, mulai saat ini semua kelompok masyarakat terutama kaum milenial harus peduli terhadap sampah plastik dan mengurangi dengan contoh dan kampanye yang masif. “Saya setuju banget kalau daerah melarang plastik. Kita bisa hidup tanpa plastik kok. Lingkungan akan semakin bersih jika plastik berkurang,” kata Zulfikar.

Sasaran PLK 2019

Sementara itu Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), RM Karliansyah mengatakan, PLK 2019 ini menyasar pada kelompok milenial sebagai agen perubahan yang semakin sadar akan lingkungan.

Ia mengaku sejak pembukaan sampai Jumat kemarin, banyak sekali pelajar, majasiswa, dan kaum muda yang hadir dan melihat pameran serta memperhatikan setiap booth dengan serius. "Begitu juga dengan sejumlah seminar mengenai isu lingkungan yang digelar di dalam PLK ini, banyak yang datang dari kaum milenial," jelasnya.

“Saya menyimpulkan, perhatian, kesadaran, dan keinginan kaum milenial untuk peduli pada lingkungan sangat tinggi. Kita harus apresiasi mereka, sebab dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, kaum milenial menjadi influencer ataumemberi pengaruh besar pada masyarakt untuk ikut mengubah pola hidup yang lebih care pada lingkungan,” papar Karliansyah.

Pemerintah lanjut Karliansyah sangat mengapresiasi peningkatan kesadaran masyarakat yang begitu tinggi, sekaligus kemudian juga diikuti dengan tingginya minat masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan edukasi lebih jauh mengenai lingkungan dan sampah.

Atas dasar hal itulah kata Karlinasyah, ajang Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini akan dimanfaatkan sebagai upaya pelipatgandaan sosialisasi kebijakan pemerintah terkait penanganan pencemaran yang bersifat langsung maupun tidak langsung, seperti peta jalan pengurangan sampah nasional dan penggunaan plastik sekali pakai, transisi penggunaan bahan bakar dan sumber energi yang ramah lingkungan, perubahan teknologi dan sistem manajemen menjadi lebih bersih.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemulihan Ekonomi Tidak...
Pemulihan Ekonomi Tidak Akan Berhasil Tanpa Investasi ke Alam
Kiprah DKN Harus Diperkuat...
Kiprah DKN Harus Diperkuat untuk Kawal Kualitas Kebijakan LHK
Balai Besar Tana Bentarum...
Balai Besar Tana Bentarum Raih Dua Penghargaan Lomba Video Kementerian LHK
KLHK: Turunkan Emisi...
KLHK: Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Perilaku Saat Pandemi Harus Dijaga
Penghentian Penambangan...
Penghentian Penambangan Dinilai Beri Dampak Perbaikan Lingkungan
Gerakan Kompos Satu...
Gerakan Kompos Satu Negeri, KLHK: Momentum Selesaikan Masalah Lingkungan
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
1 jam yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
1 jam yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
2 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
4 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved