Harga Minyak Mentah Kembali Terbebani Saat Produksi AS Pulih

Selasa, 16 Juli 2019 - 11:51 WIB
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Kembali Terbebani Saat Produksi AS Pulih
A A A
TOKYO - Harga minyak mentah dunia turun beruntun untuk hari kedua pada perdagangan, Selasa (16/7/2019) saat lebih banyak fasilitas produksi yang kembali beroperasi di Teluk AS setelah Badai Barry melanda selama akhir pekan. Sementara data ekonomi China meredupkan prospek permintaan minyak mentah.

Dilansir Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent lebih rendah 10 sen atau 0,2% menjadi USD66,38 per barel. Raihan tersebut juga menyusut sebesar 0,4% dalam sesi semalam. Sedangkan harga minyak mentah AS jatuh 10 sen setara 0,2% ke level USD59,48 per barel dimana melemah sekitar 1% dibandingkan sesi sebelumnya.

Kedua kontrak pekan lalu sempat mencetak keuntungan mingguan terbesar dalam tiga minggu karena persediaan minyak AS turun dan ketegangan diplomatik meningkat di Timur Tengah. Akan tetapi ketika produksi kembali pulih sebagian dari 74% output yang ditutup di platform Teluk AS.

Setelah dampak Badai Barry, kekhawatiran tentang kelebihan pasokan kembali ke permukaan. Sementara data China pada hari Senin menunjukkan output industri dan data ritel di luar ekspektasi, angka keseluruhan menunjukkan pertumbuhan ekonomi secara triwulanan paling lambat dalam beberapa dekade.

Produksi minyak China naik untuk mencetak rekor 13,07 juta barel per hari pada Juni, atau meningkat 7,7% dari tahun sebelumnya, menyusul dimulainya dua kilang besar baru, berdasarkan data resmi yang dirilis.

Pertumbuhan ekonomi China yang hanya 6,2% pada kuartal kedua 2019, atau yang terlemah dalam 27 tahun, diyakini dampak dari ketegangan perdagangan dengan Washington dan meningkatkan kemungkinan bahwa lebih banyak insentif mungkin diperlukan untuk mendongkrak ekonomi.

Sementara di AS, terdapat 1,3 juta barel per hari (bpd) produksi minyak yang berhenti beroperasi pada wilayah-wilayah di Teluk Meksiko. Tapi para pekerja sudah kembali lagi ke lebih dari 280 anjungan produksi yang sempat dievakuasi. Diperlukan beberapa hari agar produksi kembali beroperasi penuh setelah badai meninggalkan Teluk Meksiko.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown
Berita Terkini
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
24 menit yang lalu
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
1 jam yang lalu
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
3 jam yang lalu
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
4 jam yang lalu
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
5 jam yang lalu
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
14 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved