PLN Tembus Desa Terluar di Kabupaten Kupang

Kamis, 18 Juli 2019 - 17:01 WIB
PLN Tembus Desa Terluar...
PLN Tembus Desa Terluar di Kabupaten Kupang
A A A
JAKARTA - PT PLN (Persero) gencar menerapkan program Listrik Desa (LISSA) untuk meningkatkan rasio elektrifikasi (RE) nasional sekaligus mendorong kesejahteraan dan kegiatan ekonomi di desa-desa serta pulau-pulau terluar.

Dalam rangka itu, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT pekan lalu mengadakan program sosialisasi listrik desa di Desa Pathau, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang. Desa ini termasuk kategori desa terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Penyaluran listrik di Desa Pathau adalah bagian dari program PLN "Wujudkan 100% Desa Berlistrik di NTT" guna mengejar target rasio elektrifikasi 90% pada 2019.

Sosialisasi itu bertujuan agar masyarakat dapat memahami serta mendukung sepenuhnya pelaksanaan pekerjaan dari awal hingga akhir. Pasalnya, pelaksanaan program LISSA mengharuskan PLN bekerja keras di wilayah dengan infrastruktur terbatas, mulai dari pengangkutan material ke lokasi desa, pematokan dan penancapan tiang, penarikan kabel dan pemasangan aksesoris lainnya, hingga jaringan siap dialiri listrik.

"Kami berharap masyarakat memahami dan mendukung sepenuhnya seluruh proses pekerjaan agar dapat selesai dengan baik dan tepat waktu. Kami berupaya agar masyarakat dapat segera menikmati listrik," papar Asisten Manager Stakeholder PLN UIW NTT Yohan Tokael dalam keterangan pers, Kamis (18/7/2019).

Materi sosialisasi, jelas dia, meliputi hak dan kewajiban sebagai pelanggan PLN, manfaat dan bahaya listrik, informasi penyambungan listrik, serta migrasi bagi eks pelanggan Sehen (solar cell).

Langkah PLN tersebut disambut haru warga dusun yang mengungkapkan apresiasinya atas upaya melistriki desa mereka. "Terima kasih PLN, ini mimpi yang menjadi kenyaataan karena kita akan punya listrik sendiri. Dengan adanya listrik dari PLN pastinya pengeluaran bulanan kami dapat dikurangi, kami pun dapat dengan bebas beraktivitas baik siang maupun malam," ungkap Meru Besik, Kepala Dusun 1.

Senada dengan Meru Besik, Mama Nubatonis (47) salah seorang warga Dusun I mengemukakan kebahagiaannya karena listrik berarti malam hari di dusun tersebut tak lagi gelap gulita. Mama Nubatonis sama seperti kebanyakan warga Desa Pathau pada umumnya, menggunakan lampu pelita berbahan bakar minyak tanah sebagai alat penerangan malam hari. "Kami harap pekerjaannya berjalan lancar dan bisa lebih cepat," harap Mama Nubatonis.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Ratusan KK di Kabupten...
Ratusan KK di Kabupten Muara Enim Hidup Tanpa Listrik
PLN Siap Jalankan Keputusan...
PLN Siap Jalankan Keputusan Pemerintah Berikan Stimulus Listrik
2.415 Keluarga Kini...
2.415 Keluarga Kini Nikmati Listrik Berkat Donasi Pegawai PLN
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
19 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
31 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
55 menit yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved