Harga Minyak Mentah Melonjak 2% Saat Ketegangan Timur Tengah Memanas

Jum'at, 19 Juli 2019 - 11:37 WIB
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Melonjak 2% Saat Ketegangan Timur Tengah Memanas
A A A
TOKYO - Harga minyak mentah dunia melonjak sekitar 2% pada perdagangan, Jumat (19/7/2019) saat ketegangan di Timur Tengah semakin memanas. Hal itu menyusul Angkatan Laut AS yang menghacurkan pesawat tak berawak atau drone milik Iran di Selat Hormuz, sebuah chokepoint utama untuk aliran minyak mentah global.

Dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan Internasional menanjak naik 1,28 sen atau 2,1% untuk berada pada level USD63,21 per barel. Sebelumnya pada perdagangan, Kamis kemarin tercatat harga minyak jatuh untuk hari keempay dengan penurunan mingguan lebih dari 5%.

Sementara harga minyak mentah berjangka AS yakni West Texas Intermediate menguat 97 sen yang setara 1,8% menuju level USD56,27 per barel. Dalam sesi sebelumnya WTI sempat lebih rendah 2,6% dan sedang sedang menuju pelemahan secara mingguan lebih dari 6%.

Indikasi bahwa Federal Reserve alias Bank Sentral AS akan memangkas suku bunga secara agresif untuk mendukung ekonomi berada di balik kenaikan harga minyak mentah pada akhir ini menurut Stephen Innes, managing partner di Vanguard Markets.

"The backstop The Fed dan laporan Angkatan Laut AS menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak Iran memberikan sedikit dukungan untuk pasar minyak di tengah-tengah lanskap yang sangat bearish," katanya.

Amerika Serikat mengatakan pada hari Kamis, kemarin bahwa sebuah kapal Angkatan Laut A.S. telah "menghancurkan" sebuah pesawat tak berawak Iran di Selat Hormuz setelah pesawat dinilai mengancam kapal. Akan tetapi Iran mengatakan tidak memiliki informasi tentang kehilangan sebuah pesawat tak berawak.

Namun, prospek jangka panjang untuk minyak telah tumbuh semakin bearish. Badan Energi Internasional (IEA) mengurangi perkiraan permintaan minyak 2019 karena perlambatan ekonomi global di tengah perang perdagangan AS dan China.

IEA sedang merevisi perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global 2019 menjadi 1,1 juta barel per hari (bph) dan dapat memangkasnya lagi jika ekonomi global dan terutama China menunjukkan kelemahan lebih lanjut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
5 menit yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved