Industri Spa Tanah Air Potensial Menangkan Persaingan Pasar Internasional

Selasa, 23 Juli 2019 - 00:15 WIB
Industri Spa Tanah Air...
Industri Spa Tanah Air Potensial Menangkan Persaingan Pasar Internasional
A A A
JAKARTA - Industri Spa di Tanah Air dianggap memiliki potensi untuk bisa memenangkan persaingan di pasar internasional karena berbagai produk yang dihasilkan telah memenuhi standar global.

Ketua Yayasan Pariwisata Spa Indonesia (YPSI) Trisya Suherman dalam Forum Koordinasi Sertifikasi Usaha Pariwisata di Hotel Sol Marina Tangerang, Banten mengatakan potensial industri spa Indonesia sangat besar termasuk tenaga kerja spa di Tanah Air yang sudah dikenal kualitasnya di berbagai negara.

" Manpower_ dan rempah-rempah Indonesia salah satu yang luar biasa dan terkenal bersama dengan Thailand, Filipina, Jepang, dan China. Bahkan di berbagai hotel di Maldives, terapis spa banyak yang berasal dari Indonesia,” kata Trisya di Jakarta, Senin (22/7).

Trisya juga mengatakan, YPSI bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata akan menyelenggarakan kegiatan “Spa & Wellness Tourism Award 2019 Indonesia” pada September 2019 bagi pelaku usaha industri spa, profesional spa, dan pemilihan duta spa.

“Salah satu tolak ukur untuk bisa go internasional adalah membuat awards dan pemilihan duta wisata spa. Para pelaku industri dan terapis ini akan merasa bangga saat menerima penghargaan ini dan penghargaan ini sangat subjektif dan tidak bisa diperjualbelikan,” katanya.

Spa & Wellness Tourism Award 2019 Indonesia akan memberikan penghargaan untuk 5 kategori profesi, 17 kategori industri, dan 3 untuk duta spa Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Banten Eneng Nurcahyati, Pembina YPSI Annie Savitri dan 50 pelaku dan industri spa yang ada di Indonesia.

Annie Savitri mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan standarisasi pengelolaan industri di bidang spa. Selain itu untuk meningkatkan kualitas daya saing tenaga kerja bidang terapis spa dan meningkatkan kompetensi sertifikasi dan juga agar para terapis SPA untuk memahami pentingnya profesional dan legalitas.

“Daya saing industri pariwisata ditentukan oleh kualitas industri dan kualitas SDM yang didasarkan pada standar usaha pariwisata dan SDM pariwisata melalui kualifikasi okupansi nasional,” kata Annie.

Annie juga mengatakan industri spa di Indonesia masih berkesan negatif terkecuali di Bali yang sudah menerapkan konsep dan standarisasi yang tepat. Untuk itu melalui kegiatan ini, pihaknya berharap kesan negatif tentang spa bisa diubah dengan tepat.

“Spa ini masuk dalam 13 bidang industri pariwisata. Standar usahanya diatur sesuai dengan Permenparekraf Nomor 24 Tahun 2014 dimana produk spa memiliki 8 standar pengelolaan spa di dalamnya. Ini yang ingin kita ubah citra itu. Dan Indonesia sangat memungkinkan untuk mengekspor terapis ke negara lain,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati menambahkan, industri spa ini harus mendapat perhatian penting dari semua pihak, termasuk pemberian kebijakan di pemerintah daerah terutama untuk para pelaku Industri spa di Banten disarankan untuk mengambil kesempatan tersebut.

“Ini untuk pembelajaran, pelaku juga secara kelembagaan disertifikasi dan SDM-nya juga agar memiliki daya saing. Oleh karenanya, dengan pemberian penghargaan maka menjadi terobosan baru untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dari sisi ekonomi daerah dengan membuka peluang kerja bagi mayarakat,” kata Eneng.

Selain itu kegiatan ini juga bertujuan dalam rangka berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk siap bersaing dengan tenaga kerja asing. Kompetensi sertifikasi yang dimiliki dapat menjadi bekal secara profesional dan bentuk pengakuan diri.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengakui bila Indonesia memiliki potensi SDM yang luar biasa di sektor pariwisata. Terlebih pemerintah tengah mendorong pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan Tanah Air.

"Pariwisata kita sedang jadi pembicaraan dunia karena tingkat pertumbuhan, peluang tenaga kerja, dan devisa bagi negara jumlahnya luar biasa signifikan,” kata Menpar Arief Yahya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Federasi Pariwisata...
Federasi Pariwisata Sarbumusi Dukung Pemerintah Percepat Pemulihan Pariwisata
Berita Terkini
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
9 menit yang lalu
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
18 menit yang lalu
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
31 menit yang lalu
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
2 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved