Hasil Investigasi FSC Sebut Korindo Group Tak Terlibat Aktivitas Ilegal

Rabu, 24 Juli 2019 - 22:14 WIB
Hasil Investigasi FSC...
Hasil Investigasi FSC Sebut Korindo Group Tak Terlibat Aktivitas Ilegal
A A A
JAKARTA - Badan sertifikasi hutan global The Forest Stewardship Council (FSC) akhirnya merilis hasil investigasi yang telah dilakukan sejak sekitar dua tahun lalu atau tepatnya 1 November 2017 terhadap Korindo Group. Investigasi tersebut dilakukan setelah terdapat pengaduan dari LSM Mighty Earth pada akhir 2016.

Dalam hasil investigasi yang dirilis, menurut Yulian Mohammad Riza dari Korindo, FSC Board of Directors menyimpulkan bahwa Korindo Group terbukti tidak melakukan pembakaran hutan dan tidak terlibat dalam segala aktivitas ilegal lainnya yang menggunakan api dalam proses pembersihan lahan miliknya seperti yang diadukan Mighty Earth selama ini.

Oleh karena hal tersebut, FSC memutuskan bahwa Korindo Group masih tetap sebagai anggotanya. Menurut Yulian, dalam laporan yang diterima dari FSC disebutkan, selain tidak terbukti melakukan pembakaran hutan, Korindo Group dalam menjalankan aktivitasnya menunjukkan kepatuhannya dalam menaati regulasi-regulasi yang telah diatur oleh Pemerintah Indonesia.

Sementara investigasi dari FSC dilakukan oleh Policy for Association (PfA). Dalam sejumlah kasus, regulasi badan sertifikasi hutan global yang bermarkas di Bonn, Jerman itu lebih ketat daripada yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia.

Dengan demikian, kata Yulian, hal itu memperlihatkan jika tuduhan Mighty Earth terhadap Korindo selama ini hanya didasarkan pada data dan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tuduhan semacam itu dinilai tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga berdampak besar pada masyarakat lokal dan telah mengganggu iklim investasi di Indonesia.

Hasil investigasi yang dilakukan FSC itu pun memperoleh sambutan yang positif dari Korindo Group. "Korindo Group senantiasa memiliki itikad baik untuk berkolaborasi dan bekerja sama secara konstruktif tidak hanya bersama FSC, namun juga dengan semua pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan tindakan-tindakan yang tepat," ucap Yulian, yang merupakan Public Relations Manager Korindo Group, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Di samping itu, Korindo Group juga sepakat untuk melanjutkan moratorium yang telah diberlakukan pihaknya sejak 21 Februari 2017. Pemberlakuan moratorium ini meliputi penundaan konversi area berhutan, hingga penilaian terhadap seluruh Nilai Konservasi Tinggi (HCV) dan Stok Karbon Tinggi (HCS) selesai dilakukan.

Menyoroti program sosial, selama proses investigasi berlangsung, FSC juga melihat Korindo Group telah memiliki banyak program sosial kepada masyarakat Papua, antara lain membangun, mengelola dan bahkan mendanai operasional klinik modern yang berada di pedalaman Papua.

Selain itu, juga menyediakan 19 klinik dengan layanan gratis, mendirikan 28 sekolah berikut menyediakan 200 orang guru dan disiapkan beberapa unit bus sekolah, 66 tempat ibadah, menyediakan pembangkit listrik untuk masyarakat pedalaman, membangun ratusan kilometer jalan raya, dan memberikan pelatihan bercocok tanam sayuran.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Dorong Kesetaraan...
Indonesia Dorong Kesetaraan dalam Sertifikasi Pengelolaan Hutan
RECOFTC Bantu Petani...
RECOFTC Bantu Petani Kopi Kompetitif dengan Tetap Menjaga Hutan
Forum Penyelamat Hutan...
Forum Penyelamat Hutan Jawa Gugat Pemerintah Cabut SK Menteri LHK tentang KHDPK
Tuntaskan Kasus Mafia...
Tuntaskan Kasus Mafia Tanah di Langkat, Kejaksaan Panggil Ahli dari IPB
Fakta Baru Keangkeran...
Fakta Baru Keangkeran Hutan di Indonesia Terungkap
Cegah Kerusakan Kawasan...
Cegah Kerusakan Kawasan Hutan, Tim TNGP Lakukan Patroli Hutan di KEK MNC Lido
Berita Terkini
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
9 menit yang lalu
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
15 menit yang lalu
Kemenhut Bangun Perekonomian...
Kemenhut Bangun Perekonomian Kehutanan Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif
37 menit yang lalu
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
53 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!
1 jam yang lalu
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
1 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved