Brebes Diminta Manfaatkan Pupuk dan Pestisida Secara Tepat

Jum'at, 26 Juli 2019 - 21:24 WIB
Brebes Diminta Manfaatkan...
Brebes Diminta Manfaatkan Pupuk dan Pestisida Secara Tepat
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy mengunjungi Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Kunjungan ini untuk meninjau pemanfaatan pupuk dan pestisida di lahan pertanian tanaman bawang merah.

Brebes memiliki potensi yang begitu besar di sektor pertanian. Daerah ini banyak memproduksi beberapa komoditas pertanian, mulai tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.

Kunjungan Sarwo Edhy didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Brebes melakukan dialog dengan kelompok tani maupun penyuluh pertanian di Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Desa ini mempunyai lahan pertanian seluas 300 hektar. Adapun produksi tanaman bawang di wilayah ini sebesar rata-rata 10-12 ton per hektar.

"Kunjungan kita di wilayah Brebes adalah fokus kaitannya dengan pupuk dan pestisida. Biasanya penggunaan pupuk dan pestisida berlebihan merusak struktur tanah Nah, bagaimana kita menyehatkan tanah yang ada di Brebes ini supaya subur kembali, dengan menggunakan pupuk yang berimbang," ujar Sarwo Edhy, Jumat (26/7/2019).

Sarwo menambahkan, Ditjen PSP Kementerian Pertanian mengharapkan struktur tanah yang ada di sini secara bertahap dapat diperbaiki, dapat subur kembali dan tidak memboroskan uang untuk membeli pestisida.

"Tujuan kami ke sini juga untuk melihat keberhasilan dengan menggunakan pupuk organik pupuk hayati yang memang diperlukan oleh tanah dan mengurangi pestisida secara bertahap," ucap Sarwo Edhy.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, Yulia Hendrawati, mengaku sangat senang sekali dan berterimakasih dengan kunjungan Dirjen PSP Kementan untuk melihat secara langsung para petani bertani di sini.

"Alhamdulillah hasilnya baik. Tadi disampaikan Pak Dirjen, harapannya produktivitas tinggi tapi yang perlu diingat petani adalah penggunaan pestisida yang benar. Baik secara dosisnya maupun kapasitasnya penggunaannya," ujarnya.

Begitu juga dengan pemupukannya. Kalau sudah menekan biaya produksi maka nanti BEP-nya turun, kalau BEP-nya sudah turun produktivitas tinggi maka tentu keuntungan yang diperoleh petani tinggi.

"Harapan kami bertani dan berbudidaya tani sesuai dengan kebutuhannya jangan sampai overdosis penggunaannya. Kalau bisa kembali ke pestisida yang organik, dapat mengembalikan kesuburan tanah dan tentunya lebih irit dan lebih hemat pembiayaan," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspadai Ribut-ribut...
Waspadai Ribut-ribut Kurangnya Kuota Pupuk Subsidi, Bisa Ganggu Produksi
PI Bekukan Kios Nakal...
PI Bekukan Kios Nakal yang Mainkan Pupuk Subsidi
Volume Produksi Pupuk...
Volume Produksi Pupuk Indonesia Grup Capai 3.1 Juta Ton di Kuartal I 2020
Petrokimia Gresik Optimalkan...
Petrokimia Gresik Optimalkan Program TJSL Dukung Distribusi Pupuk Subsidi
Pupuk Indonesia Bukukan...
Pupuk Indonesia Bukukan Kinerja Positif di Tengah Pandemi
Stok Pupuk Nasional...
Stok Pupuk Nasional Jelang 2025 Capai 1,4 Juta Ton
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
24 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
42 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved