Unicorn RI Diklaim Singapura, Ekonom Sebut BUMN Harus Berperan ke Pendanaan

Selasa, 30 Juli 2019 - 19:58 WIB
Unicorn RI Diklaim Singapura,...
Unicorn RI Diklaim Singapura, Ekonom Sebut BUMN Harus Berperan ke Pendanaan
A A A
JAKARTA - Ekonom Indef Bhima Yudisthira menilai klaim Singapura atas empat perusahaan rintisan (startup) Indonesia yang memiliki valuasi mencapai USD1 miliar atau yang biasa disebut Unicorn akan sangat merugikan ekonomi Indonesia. Pasalnya empat tersebut adalah Gojek, Tokopedia, Bukalapak dan Traveloka yang punya kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi digital.

"Betul bisa merugikan karena dominannya modal asing di startup kita. Indonesia hanya akan dianggap sebagai pasar, ketika ada pembagian keuntungan maka yang paling menikmati adalah Negara lain (dalam hal ini Singapura)," ujar Bhima saat dihubungi SINDONews di Jakarta, Selasa (30/7/2019).(Baca Juga: Gojek hingga Traveloka, Unicorn Indonesia Diklaim Milik Singapura )
Dia menyebutkan arus modal yang keluar karena pembagian laba bisa sebabkan defisit di transaksi berjalan. Dalam komponen transaksi berjalan ada yang namanya Pendapatan Primer.

"Tahun 2018 defisit pendapatan primer akibat transfer laba ke luar negeri mencapai USD30,4 miliar atau setara Rp425,6 triliun. Akibatnya dalam jangka panjang makin didorong sektor ekonomi digital, maka konsekuensinya makin melebar CAD nya. CAD yang melebar akan membuat struktur ekonomi suatu negara lemah," paparnya.

Sambung dia menambahkan, unicorn Indonesia bisa kuat tanpa investor asing jika perusahaan BUMN berperan aktif dalam melakukan pendanaan. "Asalkan BUMN berani melakukan pendanaan yang spekulatif ke startup dalam negeri. Perlu ada insentif juga bagi konglomerasi swasta nasional untuk menyuntik startup tadi," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dominasi E-Commerce...
Dominasi E-Commerce di Ekonomi Digital Indonesia
Menko Airlangga Pamer...
Menko Airlangga Pamer RI Punya 8 Unicorn dan 1 Decacorn
Menakar Keuntungan Investasi...
Menakar Keuntungan Investasi Telkomsel di Gojek
Analis Sebut Aksi Bakar...
Analis Sebut Aksi Bakar Uang Bisa Bikin Unicorn Jadi Popcorn
Luhut: Ekonomi Digital...
Luhut: Ekonomi Digital Penting untuk Visi Indonesia Negara Maju 2045
Data OJK: Ada 2.100...
Data OJK: Ada 2.100 Start Up di RI, 7 Unicorn dan 2 Decacorn Merambah ASEAN
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
8 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
9 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
9 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
9 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
10 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
10 jam yang lalu
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved