Kadin Minta Pemerintah Selektif Memilih Investor di Sektor Multimoda

Senin, 05 Agustus 2019 - 13:25 WIB
Kadin Minta Pemerintah...
Kadin Minta Pemerintah Selektif Memilih Investor di Sektor Multimoda
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pemerintah agar lebih selektif dalam hal penanaman modal asing (PMA) di sektor multimoda. Hal ini merespons kebijakan pemerintah terkait relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI).

Relaksasi DNI tertuang dalam Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang dirilis pada akhir tahun lalu. Relaksasi dilakukan berlandaskan semangat agar keran investasi terbuka lebih luas, dengan harapan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto mengatakan relaksasi DNI salah satunya ini terkait sektor usaha angkutan multimoda. Menurutnya, pengusaha nasional harus mendapat tempat dalam geliat sektor multimoda, sekaligus didorong agar dapat berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk itu, katanya, pemerintah dalam mengundang investor asing untuk pembangunan infrastruktur di sektor multimoda agar diarahkan pada megaproyek saja. "Proyek yang diberikan kepada asing agar lebih selektif, dan investor asing agar diarahkan pada megaproject saja," katanya, di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Selain itu, dia juga menekan pentingnya peran dan potensi pengusaha nasional dalam penanaman investasi oleh asing. Dalam perjanjian investasi di mega project oleh pemodal asing, katanya, agar mensubkan pengerjaannya kepada pengusaha dan sumber daya manusia (SDM) nasional. "Jadi pengusaha nasional tetap berperan, dan tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri," tegasnya.

Carmelita juga mengharapkan, Peraturan Presiden (Perpres) terkait DNI yang nanti akan dikeluarkan hendaknya membatasi pembentukan anak usaha dari hulu ke hilir dalam kesepakatan konglomerasi PMA atas megaproyek.

"Untuk di sektor angkutan multimoda itu kan bukan megaproject. Untuk itu, kami kurang setuju jika sektor multimoda dikeluarkan dari daftar DNI," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Singapura Sumber Investasi...
Singapura Sumber Investasi Asing Terbanyak di Indonesia
Investasi Diprediksi...
Investasi Diprediksi Bakal Tumbuh hingga 4% di 2021
Sepanjang 2020, Singapura...
Sepanjang 2020, Singapura Masih Terbanyak Investasi di Indonesia
Soal Urusan Tanam Duit...
Soal Urusan 'Tanam Duit' di Indonesia, Singapura Belum Terkalahkan
Hipmi Sebut Indonesia...
Hipmi Sebut Indonesia Tak Perlu Jauh-jauh ke Amerika dan Eropa untuk Cari Investor, Kok?
Kucuran Investasi 3...
Kucuran Investasi 3 Bulan Pertama 2021 Mengguyur Indonesia Rp219,7 Triliun, Naik 4,3%
Berita Terkini
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
20 menit yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
1 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
1 jam yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
2 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved