BPS Catat Pertumbuhan Sektor Pertambangan dan Penggalian Turun 0,71%

Senin, 05 Agustus 2019 - 13:51 WIB
BPS Catat Pertumbuhan...
BPS Catat Pertumbuhan Sektor Pertambangan dan Penggalian Turun 0,71%
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2019 yang mencapai 5,05% didukung oleh semua lapangan usaha terkecuali pertambangan dan penggalian. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto menyatakan sektor pertambangan dan penggalian mengalami penurunan terlihat dari Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK).

Lebih lanjut Ia menyatakan, pertumbuhan tertinggi dicapai jasa lainnya yakni sebesar 10,37% sedangkan sisanya ditopang oleh jasa perusahaan dan infokom. "Dimana semua lapangan usaha mengalami peningkatan kecuali sektor pertambangan dan penggalian, jasa lainnya sebesar 10,37%, jasa perusahaan 10,15% dan infokom sebesar 9,33%," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Jalarta, Senin (5/8/2019).

Pada triwulan II/2019, ADHB pertambangan dan penggalian tercatat Rp292,6 triliun sementara pada triwulan I/2019 lebih tinggi yaitu Rp293,9 triliun. Untuk ADHK sektor pertambangan dan penggalian juga tercatat pada triwulan II/2019 sebesar Rp198,7 triliun lebih kecil dari triwulan I/2019 yakni Rp199,9 triliun.

Selain itu dia menambahkan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 13,80%. "Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang meningkat signifikan sebesar 36,28%," jelasnya

Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 10,37%. "Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada Komponen PK-LNPRT yang tumbuh sebesar 16,09," tandasnya.

Untuk sumber pertumbuyan ekonomi Indonesia pada triwulan II/2019 (y-o-y), sumber terbesar dari Lapangan Usaha Industri Pengolahan yakni 0,74%. Disusul sumber dari Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 0,71%. Berikutnya adalah Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 0,61%, dan Konstruksi sebesar 0,55%. Untuk sumber pertumbuhan ekonomi dari lapangan usaha lainnya sebesar 2,44%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Terungkap! Ini Lho Juru...
Terungkap! Ini Lho Juru Selamat Krisis Ekonomi RI
Kalahkan Jepang dan...
Kalahkan Jepang dan Korsel, Pertumbuhan Ekonomi RI Naik 7,07%
Ekonomi RI Tumbuh 7,07%...
Ekonomi RI Tumbuh 7,07% Tertinggi Sejak 2004
Resmi, Pertumbuhan Ekonomi...
Resmi, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2021 Minus 0,74%
Mantap! Ekonomi Indonesia...
Mantap! Ekonomi Indonesia Kuartal III 2022 Tumbuh 5,72%
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
1 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
1 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved