BPS: Optimisme Pelaku Bisnis Meningkat pada Kuartal II 2019

Senin, 05 Agustus 2019 - 22:50 WIB
BPS: Optimisme Pelaku...
BPS: Optimisme Pelaku Bisnis Meningkat pada Kuartal II 2019
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, kondisi bisnis dan optimisme pelaku bisnis secara umum meningkat pada kuartal II 2019. Hal ini tercermin dari Indeks Tendensi Bisnis (ITB) yang meningkat dari kuartal pertama tahun ini.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan ITB pada kuartal II 2019 mencapai 108,81, meningkat jika dibandingkan dengan ITB kuartal I 2019 sebesar 102,10. Peningkatan terjadi karena sebagian besar komponen pembentukan indeks mengalami kenaikan pada kuartal II 2019.

Dia mengatakan, komponen indeks, seperti pendapatan usaha mengalami kenaikan nilai indeks, yakni dari 101,07 menjadi 114,44. Kemudian, penggunaan kapasitas produksi atau usaha naik dari 101,97 menjadi 110,73. Meski, rata-rata jumlah jam kerja, nilai indeksnya turun dari 103,25 menjadi 101,26.

"Rata-rata jam kerja masih bagus, di atas 100 tapi masih ada penurunan karena ada cuti bersama yang agak panjang," kata Kecuk--panggilan akrabnya--di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Kondisi bisnis yang membaik dan optimisme pelaku bisnis tertinggi terjadi pada kategori lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, dengan nilai ITB sebesar 128,21. Sedangkan terendah terjadi pada lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 91,72.

Sementara itu, pada kuartal III 2019, Kecuk menambahkan, kondisi bisnis diperkirakan terus tumbuh, namun dengan optimisme pelaku bisnis yang lebih rendah dibandingkan kuartal II. Hal ini tercermin dari nilai ITB kuartal III 2019 yang turun menjadi 104,35.

Penurunan itu, kata dia, dipengaruhi perkiraan pelaku bisnis terhadap semakin kuatnya dampak perlambatan perekonomian global terhadap usahanya di Indonesia. Terlihat dari komponen indeks order dari luar negeri yang hanya sebesar 101,10, order barang input 100,82, harga jual produk 104,08, dan order dalam negeri yang sebesar 115,86.

"Jadi pengusaha masih memahami pertumbuhan ekonomi negara lain masih melambat sehingga dia berharap produksinya bisa diambil alih dari dalam negeri," ujarnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Duh, Indeks Kebahagiaan...
Duh, Indeks Kebahagiaan Meredup di 10 Provinsi Ini
Inflasi Juni 2023 Capai...
Inflasi Juni 2023 Capai 0,14%, BPS Ungkap Penyebabnya
Di Tengah Ancaman Resesi,...
Di Tengah Ancaman Resesi, Sektor Properti Diyakini Masih Bertahan
Kepala BPS RI Siapkan...
Kepala BPS RI Siapkan Sensus Pertanian dan Canangkan Desa Cantik di Pangkep
Jumlah Orang Indonesia...
Jumlah Orang Indonesia Bepergian ke Luar Negeri Naik 55 Persen
Berita Terkini
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
38 menit yang lalu
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
10 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
10 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
10 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
10 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
11 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved