Akhir Sesi Perdagangan, Rupiah Pulih dari Penurunan Tajam Saat Yuan Tertahan

Rabu, 14 Agustus 2019 - 17:29 WIB
Akhir Sesi Perdagangan,...
Akhir Sesi Perdagangan, Rupiah Pulih dari Penurunan Tajam Saat Yuan Tertahan
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Rabu (14/8/2019) ditutup berbalik pulih dari penurunan tajam kemarin. Perlawanan kurs rupiah pada sesi tengah pekan hari ini mengiringi Yuan China yang menghentikan tren penguatan pada awal perdagangan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah merangkak naik ke level Rp14.240/USD atau membaik dari sesi sebelumnya Rp14.315/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini memperlihatkan kebangkitan.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga lebih tinggi di Rp14.245/USD dari sesi penutupan Selasa, kemarin yang anjlok hingga Rp14.325/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.220 hingga Rp14.253/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore terlihat balik melawan hingga menjadi Rp14.249/USD. Raihan tersebut meningkat dari sebelumnya yang bertengger pada posisi Rp14.332/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona hijau di posisi Rp14.234/USD untuk menjadi sinyal pemulihan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat tipis usai kemarin ambruk ke Rp14.283/USD.

Di sisi lain tren penguatan Yuan China terhenti pada awal perdagangan, seiring mencuatnya optimisme imbas keputusan AS menunda tarif impor China. Sementara mata uang safe heaven yakni Yen Jepang menguat kembali ketika risiko perlambatan global tetap membayangi.

Kejatuhan dalam Yuan dan kenaikan Yen, menurut analis mencerminkan bahwa penundaan tarif meski mendorong akan tetap tidak lantas menghentikan perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. Selanjutnya data ekonomi China menunjukkan bahwa perekonomian terbesar kedua di dunia itu terus melambat.

Output industri Negeri Tirai Bamby naik pada bulan Juli, namun dalam kecepatan paling lambat lebih dari 17 tahun. Yuan China melompat tinggi dalam satu pekan, usai Presiden AS Donald Trump memundurkan tenggat waktu untuk penerapan tarif 10% pada impor China.

Akan tetapi Yuan kembali jatuh 0,4% terhadap dolar untuk berada pada level 7,0360. Sedangkan Yen Jepang naik 0,4% terhadap dolar untuk berada pada level 106,33 untuk berbalik bangkit usai sempat menyentuh titik terendah satu pekan pada Selasa, kemarin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
2 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
3 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
5 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
5 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
6 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
7 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved