Perang Dagang Sulit Diredam, Mendag Cermati Kebijakan Antidumping

Jum'at, 16 Agustus 2019 - 13:54 WIB
Perang Dagang Sulit...
Perang Dagang Sulit Diredam, Mendag Cermati Kebijakan Antidumping
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, perang dagang sulit untuk diredam. Perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China juga diprediksi bakal berlanjut tahun depan.

"Rasanya agak sulit untuk berhenti kalau kita lihat, dan agak ekskalatif. Salah satu yang kita cermati adalah mereka mengenakan bea antidumping," ujar Enggar di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Pihaknya masih akan mengkaji memgenai antidumping produk Indonesia ke beberapa negara. Pasalnya, sudah ada pengusaha yang mengeluh lantaran mengalami kerugian.

Di tempat yang sama, presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato kenegaraan mengatakan, globalisasi membuat perang dagang semakin memanas. Hal itu membuat setiap negara berebut investasi dalam mendongkrak ekonomi Indonesia.

Untuk itu, Indonesia harus mampu bersaing agar tidak kalah dengan negara lainnya dalam membawa kemajuan bagi Indonesia

"Persaingan semakin tajam dan perang dagang semakin memanas. Antar negara berebut investasi, antar negara berebut teknologi, berebut pasar, dan berebut orang-orang pintar. Antar negara memperebutkan talenta-talenta hebat yang bisa membawa kemajuan bagi negaranya," kata Jokowi.

Dia menambahkan, dunia tidak semata sedang berubah tetapi sedang terdisrupsi. Di era disrupsi ini, kemapanan bisa runtuh dan ketidakmungkinan bisa terjadi.

"Saat ini kita berada dalam dunia baru dunia yang jauh berbeda dibanding era sebelumnya," jelasnya.

Jokowi juga mencontohkan jenis pekerjaan bisa berubah setiap saat. Banyak jenis pekerjaan lama yang hilang, tetapi juga makin banyak jenis pekerjaan baru yang bermunculan.

"Ada profesi yang hilang, tetapi juga ada profesi baru yang bermunculan," tukasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kinerja ALMI Terpukul...
Kinerja ALMI Terpukul Kondisi Perekonomian Global
Tak Pernah Terjadi Sebelumnya,...
Tak Pernah Terjadi Sebelumnya, China Mampu Tundukkan AS
China Menyerah? Xi Jinping...
China Menyerah? Xi Jinping Sebut Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang Melawan AS
Perang Dagang China...
Perang Dagang China dan AS Makin Panas, Beijing Terapkan Tarif 15%
Perang Dagang Mereda?...
Perang Dagang Mereda? Trump Beri Angin Segar Industri Otomotif dengan Pelonggaran Tarif Impor!
Trump Bakal Berlakukan...
Trump Bakal Berlakukan Tarif 100% ke China, Ancaman Perang Dagang Kembali Menggema
Berita Terkini
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
17 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
13 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved