15 Juta Peserta Menunggak Iuran, Defisit BPJSK Tembus Rp28,5 Triliun

Rabu, 21 Agustus 2019 - 21:53 WIB
15 Juta Peserta Menunggak...
15 Juta Peserta Menunggak Iuran, Defisit BPJSK Tembus Rp28,5 Triliun
A A A
JAKARTA - Kinerja keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih belum menunjukan pergerakan ke arah yang lebih positif. Hal ini tercermin dengan semakin melebarnya defisit berjalan anggaran BPJS sampai dengan Agustus 2019.

Direktur Keuangan BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso mengatakan, berdasarkan perhitungan sementara pihaknya, defisit berjalan BPJS mencapai Rp28,5 triliun. Angka ini terdiri dari sisa defisit tahun lalu sebesar Rp9,1 triliun dan defisit tahun ini yang sudah mencapai Rp19 triliun.

"Estimasi kita (defisir) pada current running seperti ini Rp28,5 triliun. Ini bawaan dari tahun lalu Rp9.1 triliun, ditambah yang ada tahun ini kan Rp19 triliun," ujar Kemal di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Dia mengungkapkan, membengkaknya defisit ini diakibatkan oleh banyak hal. Salah satunya ialah rendahnya tingkat kepatuhan peserta bukan penerima upah (PBPU) dalam membayar iuran. Kemal mencatat, sampai dengan saat ini masih ada 15 juta peserta mandiri yang menunggak pembayaran iuran. "Saat ini sekitar 15 juta (peserta nunggak)," katanya.

Selain itu Ia menilai perlu adanya peninjauan kembali terkait besaran iuran peserta BPJS. Pasalnya, besaran iuran saat ini sudah tidak relevan lagi. "Kebutuhan (peninjauan iuran) memang cukup mendesak," katanya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, hal yang senada yang menurutnya besaran iuran yang tidak pernah berubah sejak 2016 perlu ditinjau kembali. "Sesuai Perpres, iuran itu setiap dua tahun di-review namun semenjak 2016 sampai sekarang belum di-review lagi," kata Menkeu.

Selain meminta untuk dilakukan peninjauan kembali besaran iuran, Menkeu juga mendorong BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran. Hal ini sejalan dengan fungsi dibentuknya badan penjamin kesehatan negara tersebut.

"Kewajiban peserta adalah membayar iuran, yang tidak mampu ditanggung pemerintah. Yang mampu, maka mereka harus disiplin membayar iuran dan itulah fungsinya BPJS diberi wewenang, hak, dan kekuasaan untuk enforcement," jelasnya
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Biaya yang Ditanggung...
Biaya yang Ditanggung BPJS Apa Saja? Anda Perlu Tahu
Aturan Baru BPJS Kesehatan...
Aturan Baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, Kontrol Harus Sesuai Tanggal Surat
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Atasi Defisit, DPR Minta...
Atasi Defisit, DPR Minta Tata Kelola BPJS Kesehatan Dirombak Total
Kenaikan Iuran BPJS...
Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Seharusnya Bertahap
Gaes, Begini Cara Cek...
Gaes, Begini Cara Cek Tagihan Iuran BPJS Kesehatan Terbaru
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
49 menit yang lalu
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
59 menit yang lalu
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
2 jam yang lalu
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
11 jam yang lalu
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
13 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
14 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved