Kinerja Keberlanjutan Perbankan Indonesia Meningkat, Tapi Belum Merata

Jum'at, 23 Agustus 2019 - 00:40 WIB
Kinerja Keberlanjutan...
Kinerja Keberlanjutan Perbankan Indonesia Meningkat, Tapi Belum Merata
A A A
JAKARTA - WWF merilis sebuah laporan bertajuk WWF’s 2019 Sustainable Banking Assessment (SUSBA), yang berisi hasil penilaian terhadap kinerja 35 bank di 6 negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam tiga aspek yaitu lingkungan, sosial dan tata kelola (Environment, Social and Governance/ESG). Laporan ini menjelaskan sejauh mana bank-bank itu mengintegrasikan ketiga aspek tersebut ke dalam kerangka kerja perusahaan.

Kerangka tersebut meliputi enam pilar yaitu Tujuan, Kebijakan, Proses, Sumber Daya Manusia, Produk dan Portofolio. Berdasarkan laporan ini, kinerja perbankan Indonesia meningkat dari tahun sebelumnya dan termasuk negara unggul setelah Singapura, sejajar dengan Thailand dan Malaysia. Namun kinerja ini belum merata penerapannya di seluruh bank nasional.

WWF menyerukan agar seluruh bank di Indonesia segera meningkatkan kinerja yang setara. Hal ini dinilai penting, mengingat ASEAN khususnya Indonesia menghadapi ancaman nyata perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan yang berpotensi menyebabkan ketidakstabilan ekonomi dan terganggunya kehidupan sosial. Terlebih, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51 tentang keuangan berkelanjutan sudah efektif berjalan mulai tahun ini.

Dari total 35 bank yang dinilai SUSBA, hanya empat bank (di Singapura dan Thailand) yang telah memenuhi setidaknya 50% dari 70 kriteria penilaian. Sedangkan untuk Indonesia, lima bank mencapai lebih dari 35% kriteria penilaian yaitu Mandiri, BRI, BJB, BNI dan Muamalat. Laporan ini juga menilai bahwa Mandiri menunjukkan kemajuan yang paling baik dengan berhasil memenuhi 44% kriteria dan mengalami peningkatan 10 kriteria dalam rentang setahun ini.

Total ada delapan bank nasional yang dilakukan penilaian di Indonesia, yaitu BRI, Mandiri, BCA, BNI, Panin, Permata, BJB dan Muamalat. Sebagai tambahan informasi, walaupun 51% bank lainnya hanya mampu memenuhi kurang dari 25% kriteria, namun 74% dari bank-bank di ASEAN menunjukkan kemajuan dari tahun sebelumnya.

Penerapan ESG pada industri perbankan di Indonesia ditunjukkan oleh BRI lewat diluncurkannya Sustainability Bond sebagai bentuk inovasi produk keuangan berkelanjutan. Hal ini selaras dengan DBS, OCBC, dan UOB yang telah mengambil sikap dengan tidak lagi memberikan pendanaan terhadap pembangkit listrik tenaga batu bara dan menerapkan komitmen anti pembukaan hutan alam.

Empat bank di Indonesia (Mandiri, BRI, BNI, dan Muamalat) telah mengungkapkan kebijakan sektoral pembiayaan sawit, meminta sekaligus mendorong agar nasabahnya mendapatkan sertifikasi ISPO dan RSPO. Namun demikian, kemampuan perbankan di Indonesia yang belum merata dalam mengelola aspek ESG ini, masih membuka kemungkinan tetap akan terjadi pembiayaan-pembiayaan terhadap kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip keberlanjutan.

“Otoritas Jasa Keuangan menyambut baik diluncurkannya laporan perbankan berkelanjutan di tingkat ASEAN ini. Temuan ini akan membantu bank-bank nasional melakukan pengukuran dan perbandingan sejauh mana kinerja lembaganya, juga membantu perancangan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan yang lebih terarah berikut implementasinya,” kata Imansyah, Deputi Komisioner bidang Internasional dan Riset, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Lebih lanjut Ia menerangkan, laporan tahunan WWF ini juga membantu lembaga jasa keuangan memahami perkembangan yang terjadi di tingkat regional ASEAN dan kaitannya terhadap perekonomian nasional di Indonesia. Selanjutnya diprediksi bank-bank di ASEAN akan mengalami penurunan laba jika tidak secara aktif mendukung transisi ke arah ekonomi yang rendah karbon dan berkelanjutan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pentingnya Penerapan...
Pentingnya Penerapan TJSL Berbasis Sosial dan Lingkungan, Ini Penjelasannya
Kolaborasi Multi Pihak...
Kolaborasi Multi Pihak Jadi Kunci Tercapainya SDGs
Wujudkan World-Class...
Wujudkan World-Class Sustainable Banking Group, BRI Perkuat Kontribusi terhadap SDGs
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Bank Digital Demi Memperkuat Permodalan
OJK Optimistis Skema...
OJK Optimistis Skema Bantalan Likuiditas Efektif Jaga Perbankan
Bayer Indonesia Konsisten...
Bayer Indonesia Konsisten Tingkatkan Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
19 menit yang lalu
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
50 menit yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
1 jam yang lalu
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
1 jam yang lalu
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
1 jam yang lalu
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
1 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved