Investor Berbondong-bondong ke Aset Safe-Haven, Rupiah Tertekan di Akhir Sesi

Selasa, 27 Agustus 2019 - 17:27 WIB
Investor Berbondong-bondong...
Investor Berbondong-bondong ke Aset Safe-Haven, Rupiah Tertekan di Akhir Sesi
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Selasa (27/8/2019) ditutup tertekan setelah laju fluktuatif sepanjang sesi. Tergelincirnya mata uang Garuda mengiringi lonjakan Yen Jepang saat investor berbondong-bondong ke aset safe haven saat imbal hasil obligasi jatuh.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah lesu hingga menyentuh level Rp14.250/USD dari sebelumnya Rp14.240/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari ini berada pada kisaran Rp14.225 hingga Rp14.255/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga lebih rendah ke posisi Rp14.255/USD dari sesi penutupan awal pekan, kemarin Rp14.242/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara level Rp14.227-Rp14.256/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah tak berdaya setelah sempat tertekan sangat dalam pada sesi pembukaan. Selanjutnya kurs rupiah tertahan pada level Rp14.255/USD atau turun tipis dari sebelumnya Rp14.242/USD

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona hijau di Rp14.235/USD untuk menjadi sinyal perlawanan. Posisi ini memperlihatkan rupiah bangkit usai sebelumnya berada pada level Rp14.261/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Yen Jepang naik saat imbal hasil Treasury 10-tahun jatuh karena investor melarikan diri ke aset yang lebih aman di tengah kekhawatiran konflik perdagangan AS dan China akan semakin buruk. Beberapa hari yang lalu kedua belah pihak sempat mengumumkan bakal menerapkan tarif baru, meski belakangan tensi perang dagang mulai sedikit mereda.

Mata uang Jepang naik 0,5% pada posisi 105,63 terhadap dolar. Meski tidak sekuat laju pada awal pekan kemarin, saat mencapai level tertinggi tiga tahun, tidak termasuk flash crash Januari. Yen menguat 3,6% terhadap dolar karena perang dagang mendorong para pelaku pasar ke aset safe-haven.

Yen kemungkinan akan menguat lebih lanjut jika ketegangan terus meningkat. Sedangkan Pound Inggris merayap naik pada hari Selasa karena investor mencerna perkembangan Brexit terbaru, meskipun masih berada di bawah level tertinggi tiga minggu.

Pounds menguat 0,3% menjadi 1,2256 per USD, walaupun masih di bawah posisi tertinggi tiga minggu lalu yakni 1,2296 per USD. Versus euro, pound menguat 0,2% menjadi 90,725.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
8 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
9 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
9 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
9 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
10 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved