Sepanjang Juli, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga

Rabu, 28 Agustus 2019 - 19:18 WIB
Sepanjang Juli, Stabilitas...
Sepanjang Juli, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga
A A A
JAKARTA - Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan menilai stabilitas sektor jasa keuangan di bulan Juli 2019 dalam kondisi terjaga di tengah perlambatan ekonomi global dan peningkatan tensi perang dagang AS-China. Sektor jasa keuangan domestik terpantau tangguh dengan pertumbuhan intermediasi yang positif dan profil risiko lembaga jasa keuangan yang bisa dikelola.

"Kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan tercatat tumbuh positif di bulan Juli 2019," ungkap Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis OJK Anto Prabowo dalam keterangan resmi, Rabu (26/8/3019).

Dia mengatakan, kredit perbankan mencatat pertumbuhan sebesar 9,58% (yoy), dengan kredit investasi yang masih tetap tumbuh double digit di level 13,75% (yoy). Sementara itu, pertumbuhan piutang pembiayaan walaupun masih mengalami moderasi tetap tumbuh di level 3,8% (yoy).

Dari sisi penghimpunan dana, lanjutnya, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan dalam tren meningkat dan tumbuh sebesar 8,04% (yoy). Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan giro yang mencapai 9,68% (yoy). Sementara itu, sepanjang Januari-Juli 2019, asuransi jiwa dan asuransi umum/reasuransi berhasil menghimpun premi masing-masing sebesar Rp104,25 triliun dan Rp58,87 triliun. Sampai dengan 26 Agustus 2019 penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp120,8 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu.

Lembaga jasa keuangan juga dinilai mampu menjaga profil risiko pada level yang manageable. Hal itu terlihat dari risiko kredit perbankan yang berada pada level yang rendah, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) gross perbankan sebesar 2,55% (NPL net: 1,16%). Sementara itu, rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan sedikit turun ke level 2,74% (NPF net: 0,53%).

Selanjutnya, risiko nilai tukar perbankan pun disebut berada pada level yang rendah, dengan rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 1,64%, di bawah ambang batas ketentuan.

"Likuiditas dan permodalan perbankan juga berada pada level yang memadai. Liquidity coverage ratio dan rasio alat likuid/non-core deposit masing-masing sebesar 193,7% dan 93,34%, di atas ambang batas ketentuan," paparnya.

Permodalan lembaga jasa keuangan juga terpantau stabil pada level yang tinggi. Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan perbankan sebesar 23,37%. Sejalan dengan itu, Risk-Based Capital industri asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing sebesar 314% dan 663%, jauh di atas ambang batas ketentuan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Sebut Stabilitas...
OJK Sebut Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Akhir Tahun Sektor Jasa...
Akhir Tahun Sektor Jasa Keuangan Stabil dengan Kinerja Membaik
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
OJK Tegaskan Reformasi...
OJK Tegaskan Reformasi Sektor Keuangan Terus Berlanjut
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
2 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
2 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
3 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
3 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
3 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved