Gojek Dijegal Masuk Malaysia, Pemerintah Diminta Lakukan Lobi

Kamis, 29 Agustus 2019 - 06:17 WIB
Gojek Dijegal Masuk...
Gojek Dijegal Masuk Malaysia, Pemerintah Diminta Lakukan Lobi
A A A
JAKARTA - Sejak viralnya komentar pedas pemilik Big Blue Taxi Service Malaysia terkait rencana ekspansi Gojek ke negara itu, Twitter diramaikan oleh netizen yang memasang tagar UninstallGrab.Selain tagar UninstallGrab, tagar lain yang juga meramaikan Twitter dalam 24 jam terakhir, antara lain #boikotgrab dan #usirgrabdariindonesia.

Salah satu akun yang memasang #UninstallGrab adalah @aaCahrum. Seraya menunjukkan kekecewaannya, akun ini menuliskan komentar "Wahai Grab, dari tanahmu berasal, mereka merasa menjadi ras melayu paling superior diantara yang lainnya. Kami terima-terima saja Grab ekspansi ke Indonesia, kenapa pula Gojek gak boleh? Standar ganda sekali. Sorry, ini kelewat ngeselin! #UninstallGrab".

Sementara akun @DahliaPesona menuliskan komentar "Aksi ojol kepung Kedubes Malaysia murni dari pengemudi. Secara pribadi, aku mendukung aksi demonstrasi yang melibatkan para pengemudi Gojek. Jelas pernyataan bos taksi Malaysia sangat merendahkan Indonesia #usirgrabdariindonesia".

Komentar ini dire-tweet oleh banyak netizen, salah satunya oleh akun @jembersolo yang menuliskan “Betul itu suatu pelecehan dan penghinaan terhadap bangsa dan negara ini!! Harus ditindak keras bila perlu pemerintah melalui menlu harus bertindak tegas".

Sementara, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI-P, Evita Nursanty, menyatakan dukungannya bahwa perlu diciptakan iklim bisnis yang adil yang memungkinkan Gojek untuk bisa berkompetisi secara fair di Malaysia.

"Kita bisa terima Grab, kenapa mereka tidak bisa terima Gojek? Pemerintah Malaysia harus bijaksana dan adil, karena ini ‘kan murni soal bisnis. Di Indonesia sendiri, kemajuan teknologi ride hailing ini sebuah keniscayaan tapi yang harus dilakukan adalah menyesesuaikan diri dengan perubahan. Janganlah sampai menghina, apalagi menghina Indonesia," tuturnya.

Lebih lanjut Evita mengatakan, pihaknya akan mengusulkan sesi rapat bersama antara Kemenlu, Kemenkominfo, Kemenperin dan Kemendag untuk membahas diplomasi ekonomi dalam rangka mendukung terbentuknya ekosistem guna mendorong pertumbuhan startup karya anak bangsa.

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, yang dihubungi terpisah mengatakan, jika diperlukan lobi antara pemerintah (G to G) untuk membantu memuluskan ekspansi Gojek di ASEAN apalagi Gojek jelas merupakan perusahaan asli karya anak bangsa.

"Selama ini negosiasi pemerintah kita lemah, padahal ini tugas Kemendag, Kemenkominfo, dan Kemenlu. Mereka harus berani bernegosiasi untuk capai MoU di level ASEAN untuk membentuk standar tertentu, terutama terkait penataan bisnis berbasis digital," ujarnya.

Sikap Lunak Pemerintah pada Grab
Bhima juga menyoroti sikap pemerintah Indonesia yang menerima dengan tangan terbuka kehadiran Bos Softbank Masayoshi Son awal bulan Agustus ini. Bukan rahasia umum, Softbank merupakan salah satu investor yang memuluskan sepak terjang Grab, perusahaan transportasi daring (online) asal Malaysia, di Tanah Air.

"Negosiasi Softbank itu Business to Government, itu bisa difasilitasi. Padahal uangnya akan dibawa lari ke negara asalnya," tukasnya.

Sementara itu, mengomentari sikap lunak yang ditunjukkan pemerintah Indonesia terhadap investor Grab tersebut, Evita menyerukan agar Kemenkominfo membuat aturan tegas melalui program kerja mereka untuk membangun 1.000-5.000 startup yang tentunya harus menyasar pada pertumbuhan startup nasional.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kebut Digitalisasi UMKM,...
Kebut Digitalisasi UMKM, KemenkopUKM Gandeng Grab
Konglomerat Top Indonesia...
Konglomerat Top Indonesia Ini Dukung Rencana Go Public Grab Sebesar USD40 M
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Wanita Emas Siap Rebut...
Wanita Emas Siap Rebut Pelanggan Gojek-Grab
Fitur Baru GrabMart:...
Fitur Baru GrabMart: Beauty Store, Belanja Produk Kecantikan Sejam Sampai
Gojek Dicomot Grab?...
Gojek Dicomot Grab? Raksasa Asing Bicara, Apakah Nasib Ojol Lokal di Ujung Tanduk?
Berita Terkini
Prabowo Sentil Pihak...
Prabowo Sentil Pihak yang Tolak B50, Ungkap Mereka Ambil Komisi Impor BBM
34 menit yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Irit BBM, Hemat Pengeluaran untuk Penggunaan Harian
55 menit yang lalu
Buka Peluang Cuan Baru,...
Buka Peluang Cuan Baru, POJ dan TOP Kolaborasi Tambah Armada Ride-Hailing
57 menit yang lalu
Dulu Diperebutkan hingga...
Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli
1 jam yang lalu
Menutup Kesenjangan...
Menutup Kesenjangan Komunikasi Talenta Indonesia untuk Genjot Kinerja Bisnis di Era AI
1 jam yang lalu
Nasib 2.374 Pekerja...
Nasib 2.374 Pekerja Freeport Menggantung Sembilan Tahun, Said Iqbal Lapor Menaker
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved