Rupiah Diprediksi Melemah Dipengaruhi Kenaikan Yield Obligasi AS

Selasa, 03 September 2019 - 09:31 WIB
Rupiah Diprediksi Melemah...
Rupiah Diprediksi Melemah Dipengaruhi Kenaikan Yield Obligasi AS
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan pekan pertama September hari ini diprediksi melemah.

Pelemahan ini seiring perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) versus China yang semakin tinggi, saat China mengajukan keluhan ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO). Selain itu, ditambah kisruh Brexit.

"Hari Senin kemarin China mengajukan keluhan ke WTO terkait AS yang menerapkan kenaikan tarif impor terhadap China. Kisruh Brexit juga menjadi kekhawatiran pasar yang bisa membebani pergerakan rupiah," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Dia menambahkan, imbal hasil (yield) obligasi AS yang mulai naik saat ini bisa berimbas pada penguatan dolar AS terhadap mata uang Garuda hari ini.

"Potensi pergerakan rupiah hari ini Rp14.180-Rp14.270 per dolar AS," jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Grant Thornton Indonesia...
Grant Thornton Indonesia Jabarkan Tiga Cara Mudah Bantu Pemerintah Perkuat Nilai Tukar Rupiah
Nilai Tukar Rupiah Terhadap...
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Melemah ke Level 16.284
Berita Terkini
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
1 menit yang lalu
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
44 menit yang lalu
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
1 jam yang lalu
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
12 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
12 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
13 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved