Market Share Bank Syariah di Indonesia Rendah, Apa yang Salah?

Selasa, 10 September 2019 - 16:39 WIB
Market Share Bank Syariah...
Market Share Bank Syariah di Indonesia Rendah, Apa yang Salah?
A A A
JAKARTA - Prospek ekonomi syariah di Indonesia, bahkan dunia ke depan masih sangat terbuka lebar. Namun sampai sekarang pelaksanaannya di Tanah Air masih sangat minim. Ambil contoh perbankan syariah yang pertumbuhannya jauh dari yang diharapkan.

”Ekonomi syariah ini belum begitu membumi di Indonesia. Perbankan syariah sudah beroperasi hampir 30 tahun di Tanah Air, tapi market share-nya masih rendah, hanya 5,9%. Berarti ada yang salah," kata Dekan FEB Harnovinsah dalam keterangan resminya di Jakarta.

Dia menyebutkan, salah satu kemungkinannya adalah masih kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. "Industri juga tidak bisa terlalu banyak berharap pada pemerintah. Sewajarnya dominasi perbankan syariah di perbankan nasional mencapai 40%," sambungnya.

Ekonomi syariah disepakati pakar sebagai sistem perekonomian yang terbaik. Apalagi dibandingkan dengan praktik ekonomi kapitalis yang selama ini selalu membuktikan ketimpangan di tengah-tengah masyarakat. ”Ekonomi kapitalis membuat yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Sedangkan ekonomi syariah memliki sistem bagi hasil yang berkeadilan,” ungkap Harnovinsah.

Tantangannya ujar dia, mayoritas masyarakat belum memahami hal itu. "Masyarakat di luar Islam juga memandang ekonomi syariah hanya untuk muslim. Padahal tidak demikian, sebab ekonomi syariah menawarkan sistem ekonomi yang lebih baik seperti transparansi dan berkeadilan bagi yang terlibat di dalamnya," katanya.

Bicara tantangan ekonomi syariah, Prof Muhammad Syukri Saleh dari Universiti Sains Malaysia (USM) mengatakan, sejatinya sistem tersebut bisa diaplikasikan siapa saja. Di Malaysia pangsa pasarnya sudah di atas 21%.

"Di Malaysia, perbankan syariah disambut baik masyarakat. Bukah hanya muslim, tapi juga non-muslim. Mereka beranggapan ini sistem yang ditawarkan berkeadilan, menguntungkan semua pihak yang terlibat," kata Syukri yang didapuk menjadi dosen tamu di UMB.

Selain masyarakatnya yang mau menerima, sambung dia, peran pemerintah juga sangat besar. "Regulasi yang diterapkan mendukung penyelenggaraan perbankan syariah yang berdaya saing tinggi," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan Muhammadiyah...
Alasan Muhammadiyah Tarik Duit dari Bank Syariah Hasil Merger
Wapres Resmikan Operasional...
Wapres Resmikan Operasional Bank Riau Kepri Syariah, Jadi Awal Kemudi Ekonomi Syariah
Inilah Negara Non-Muslim...
Inilah Negara Non-Muslim Ini Paling Maju Perbankan Syariahnya
Terungkap! Bank Syariah...
Terungkap! Bank Syariah Justru Lahir Pertama di Negara Non Muslim
Tiga Poin Ini Dinilai...
Tiga Poin Ini Dinilai Perlu Dimiliki Bank Syariah Indonesia
Menakar Peluang Ekonomi...
Menakar Peluang Ekonomi Syariah di Indonesia
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
2 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
2 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
3 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved