Hindari Dutch Disease, Ekonomi Kreatif Indonesia Harus Berkembang

Jum'at, 13 September 2019 - 16:21 WIB
Hindari Dutch Disease,...
Hindari Dutch Disease, Ekonomi Kreatif Indonesia Harus Berkembang
A A A
JAKARTA - Struktur ekonomi Indonesia selama ini banyak bertumpu pada komoditas yang kemudian dijual dalam bentuk bahan mentah. Bahaya yang perlu diwaspadai dari ketergantungan terhadap komoditas adalah Dutch Disease, fenomena yang terjadi ketika sebuah negara memiliki kekayaan alam melimpah namun Produk Domestik Bruto atau PDB-nya tidak berimbang dengan kekayaan itu meskipun negara itu melakukan ekspor komoditas.

"Belanda menemukan cadangan gas di Laut Utara, tetapi yang terjadi adalah ekonomi Belanda terpuruk. Karena terlena dengan kekayaan alam ini, kita lupa membuat infrastruktur sektor lain dari ekonomi yang lebih sustainable secara jangka panjang seperti manufaktur maupun industri berbasis penelitian dan kreativitas," ujar Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Fadjar Hutomo di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Oleh karena itu, mengutip Presiden RI Joko Widodo, ekonomi kreatif (ekraf) harus menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. UKM Indonesia dibandingkan dengan Filipina dan Vietnam saat ini dinilai lebih rapuh karena lebih banyak pedagang daripada pembuat (produsen).

"E-commerce kita memang maju, dan para unicorn kita bergerak di bidang itu, tapi seberapa banyak produk Indonesia yang diperdagangkan di dalamnya? 70% masih produk impor," tukasnya.

Fadjar menjelaskan bahwa ekraf dinilai ideal karena beberapa faktor. Pertama, hemat energi karena berbasis pada kreativitas. Kedua, ekraf hanya menggunakan sedikit sumber daya alam untuk prosesnya. Ketiga, ekraf menjanjikan keuntungan yang lebih tinggi.

"Kami mendorong ekraf yang inklusif supaya semua orang bisa produktif dan meningkatkan penghasilan pribadi sehingga pengangguran bisa berkurang," tuturnya.

Dia mengatakan bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah atau PR untuk memperbanyak produk kreatif untuk diekspor ke luar negeri. Sejauh ini, ekspor produk kreatif yang konsisten adalah kain nusantara seperti batik dan tenun, namun Indonesia masih perlu mendorong ekspor variasi produk kreatif lainnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bekraf Dipisahkan atau...
Bekraf Dipisahkan atau Dihidupkan Kembali, Begini Saran Pengamat
Perkuat Sektor Ekonomi...
Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif
Pelaku Industri Kreatif...
Pelaku Industri Kreatif Dapat Insentif dari Pemerintah
Jangan Sedih, Ini Cara...
Jangan Sedih, Ini Cara Buat Pelaku Ekonomi Kreatif Naikkan Omset Penjualan
Pelaku Ekraf Diminta...
Pelaku Ekraf Diminta Proaktif Tingkatkan Daya Saing
Potensi Ekonomi Kreatif...
Potensi Ekonomi Kreatif Jadi Tulang Punggung Perekonomian
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
2 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
3 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
3 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
3 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
4 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
4 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved