Dorong Program Biodiesel 50%, Pengusaha Kosgoro: Saatnya Kurangi Impor BBM

Minggu, 15 September 2019 - 16:05 WIB
Dorong Program Biodiesel...
Dorong Program Biodiesel 50%, Pengusaha Kosgoro: Saatnya Kurangi Impor BBM
A A A
JAKARTA - Implementasi program Biodiesel 50% yang diusung pemerintah, menurut Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 DKI menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. Hal ini disampaikan saat menggelar seminar mengenai rencana Pemerintah untuk mengimplementasi program B-50 Kelapa Sawit.

“Saat ini, hampir semua negara memiliki ketergantungan kepada minyak fossil fuel yang kita semua ketahui sebagai non-renewable dan juga merugikan kepada lingkungan. Ini adalah momen yang tepat untuk Indonesia menjadi negara yang Energy Independent melalui Sawit. Kita harus mengurangi ketergantungan kita terhadap Impor BBM," ujar Ketua Himpunan Pengusaha Kosgoro DKI, Syafi Djohan di Jakarta.

Lebih lanjut, Ia menekankan sudah saatnya Indonesia menjadi Energy Exportir dan bukan Energy Importir, karena telah dikaruniai dengan produk yang renewable dan sangat efisien, yaitu Sawit. “Menurut data pemerintah, ada sekitar 20 juta manusia yang hidupnya bergantung kepada industri sawit. Kami melihat adanya tantangan dari negara-negara barat yang diskriminatif menyikapi produk unggulan Indonesia," tambahnya

Sambung Syafi Djohan berharap, bahwa pemerintah bisa melindungi industri andalan yakni sawit dan juga mengambil langkah-langkah konkret untuk terus memajukan industri ini. Ia juga mengatakan dengan menerapkan program B-50, Indonesia bisa menghemat USD15 Miliar. Maka akan berdampak sangat signifikan terhadap Current Account Deficit (CAD) Indonesia yang saat ini berada di posisi USD25 Miliar.

“Jangan sampai Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, tetapi kuman di seberang lautan terlihat. Yang juga berarti, kita jangan hanya mencari investasi dari luar, tapi juga dari dalam negeri dan Indonesia harus investasi kepada masa depan sawit," tandasnya.

Seminar tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 bapak Agung Laksono, Ketua PDK Kosgoro 1957 Bapak Haji Slamet Riyadi, Ketua Harian APROBI Bapak Paulus Tjakrawan, Direktur Eksekutif GAPKI Bapak Mukti Sardjono dan Rektor IBI Kosgoro 1957 Bapak Haswan Yunaz.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program Biodiesel Dinilai...
Program Biodiesel Dinilai Efektif Tekan Impor BBM, Hemat Devisa USD10 Miliar per Tahun
Catat! Indonesia Targetkan...
Catat! Indonesia Targetkan Stop Impor BBM pada 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Uji Jalan Rampung, Bahan...
Uji Jalan Rampung, Bahan Bakar Nabati B40 Segera Meluncur
Prabowo Sentil Pihak...
Prabowo Sentil Pihak yang Tolak B50, Ungkap Mereka Ambil Komisi Impor BBM
Berita Terkini
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
24 menit yang lalu
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
56 menit yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
1 jam yang lalu
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
1 jam yang lalu
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
1 jam yang lalu
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved