Trump: Kesepakatan Perdagangan China Bisa Tercapai saat Pilpres AS

Rabu, 18 September 2019 - 05:04 WIB
Trump: Kesepakatan Perdagangan...
Trump: Kesepakatan Perdagangan China Bisa Tercapai saat Pilpres AS
A A A
CALIFORNIA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuka peluang kesepakatan perdagangan dengan China, sebelum pemilihan presiden AS atau kesepakatan dapat dicapai sehari setelah para pemilih pergi ke tempat pemungutan suara.

Berbicara kepada wartawan di pesawat Air Force One, Selasa (17/9), saat melakukan perjalanan dari New Mexico ke California, Trump mengatakan Beijing telah memperkirakan bahwa Trump akan kembali memenangkan kursi presiden. Namun, kata Trump, para pejabat China lebih suka berurusan dengan orang lain.

Melansir dari Reuters, Rabu (18/9/2019), Trump mengatakan kesepakatan perdagangan dengan China bisa terjadi setelah pemilihan 3 November 2020, itu akan menjadi "keuntungan" daripada yang bisa dicapai sekarang.

"Saya pikir akan ada kesepakatan, mungkin sebelum pemilihan atau satu hari setelah pemilihan. Jika itu setelah pemilihan, itu akan menjadi kesepakatan yang belum pernah Anda lihat sebelumnya. Itu akan menjadi kesepakatan terbesar yang pernah ada dan China tahu tentang itu," kata Trump.

Trump menambahkan bahwa China telah memperkirakan Trump akan menang. Sehingga China ingin segera melakukan kesepakatan. Namun Trump punya pandangan berbeda.

"China berpikir saya akan menang dengan mudah dan mereka khawatir karena itu mereka ingin segera melakukan kesepakatan. Mereka menginginkan orang lain yang menang. Jadi saya katakan bahwa kesepakatan itu bisa tercapai setelah pemilihan, dan akan menguntungkan daripada sekarang," tambah Trump.

Pernyataan Trump ini datang dua hari sebelum jadwal pertemuan wakil negosiator perdagangan China di Washington. Rencana pertemuan langsung ini merupakan yang pertama setelah dua bulan.

Pertemuan tersebut bertujuan membuka jalan bagi negosiasi tingkat tinggi, yang diharapkan bisa tercapai awal Oktober, setelah dua negara ekonomi terbesar dunia melakukan perang dagang selama 14 bulan.

Pembicaraan pekan ini membahas pelonggaran konflik dagang, dimana sebelumnya Trump menunda kenaikan tarif 1 Oktober terhadap impor barang China senilai USD250 miliar. Adapun China menunda balasan tarif terhadap produk obat kanker buatan AS, bahan pakan ternak dan pelumas.

Terkait perang dagang, para pejabat pemerintahan di kedua negara mengatakan perang dagang AS-China telah mengeras dan menjadi pertempuran politik dan ideologi, yang bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya.

Setiap kesepakatan yang dihasilkan dari pembicaraan kemungkinan akan bersifat sementara. Karena perang dagang telah merembet menjadi pertempuran politik dan ideologi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mampukan IMEC yang Diusung...
Mampukan IMEC yang Diusung Donald Trump Mengalahkan BRI Versi Xi Jinping?
Perang Dagang Jilid...
Perang Dagang Jilid II AS vs China Memanas, Siapa yang Menang?
China Desak AS Akhiri...
China Desak AS Akhiri Perang Dagang, tapi Juga Siap Meladeni
Saling Balas Perang...
Saling Balas Perang Dagang AS-China, Trump Kerek Tarif Jadi 125%
Donald Trump Ngamuk,...
Donald Trump Ngamuk, AS Gebuk China dengan Tarif 104%
Trump Bakal Berlakukan...
Trump Bakal Berlakukan Tarif 100% ke China, Ancaman Perang Dagang Kembali Menggema
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
18 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
40 menit yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
58 menit yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
1 jam yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
1 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved