Saling Balas Perang Dagang AS-China, Trump Kerek Tarif Jadi 125%

Kamis, 10 April 2025 - 09:27 WIB
loading...
Saling Balas Perang...
Mobil Volvo baru menunggu pengiriman di pelabuhan Yangtze, di Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur, Rabu, 9 April 2025. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Presiden Donald Trump menaikkan tarif impor China menjadi 125% pada Rabu (10/4), beberapa jam setelah China menaikkan bea impor barang-barang Amerika menjadi 84%. Perang dagang yang seamkin memanas antar kedua negara ini akan mengganggu perdagangan antara kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini.

Dengan alasan kurangnya rasa hormat, Trump membedakan China dengan negara-negara lain. Dia mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa dia menghentikan apa yang disebutnya sebagai "Tarif Timbal Balik" terhadap banyak mitra dagang lainnya karena mereka telah merespons dengan melakukan perundingan.

Kenaikan tarif antara AS dan China adalah yang terbaru dalam perang dagang yang sedang berlangsung yang mengancam kenaikan harga bagi konsumen di Amerika dan menggagalkan upaya China untuk menghidupkan kembali ekonominya yang lesu. Tanggapan dari Pemerintah China menandakan tekadnya untuk tidak tunduk pada tekanan Trump, terlepas dari risikonya.

"Jika AS bersikeras untuk terus meningkatkan pembatasan ekonomi dan perdagangannya, China memiliki kemauan yang kuat dan sarana yang berlimpah untuk mengambil tindakan balasan yang diperlukan dan berjuang sampai akhir," ujar Kementerian Perdagangan China sebelum mengumumkan kenaikan tarif terbarunya dilansir dari AP, Kamis (10/4/2025).

Baca Juga: Perang Dagang dengan AS, China Bakal Lawan Sampai Titik Darah Penghabisan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Rekomendasi
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
An Se-young Juara Indonesia...
An Se-young Juara Indonesia Open 2026, Rekor Susy Susanti Terancam
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Berita Terkini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved