Harga Minyak Dunia Menyusut Usai Saudi Beri Jaminan, Fokus Bergeser ke Fed

Rabu, 18 September 2019 - 10:55 WIB
Harga Minyak Dunia Menyusut...
Harga Minyak Dunia Menyusut Usai Saudi Beri Jaminan, Fokus Bergeser ke Fed
A A A
TOKYO - Harga minyak mentah dunia balik menyusut pada perdagangan, Rabu (18/9/2019) setelah sebelumnya melonjak naik saat shock pasokan membayangi pasca serangan drone terhadap fasilitas kilang terbesar milik Arab Saudi. Namun Arab Saudi memberikan jaminan bahwa produksi bakal kembali secara penuh di akhir bulan ini, untuk membuat perhatian investor beralik ke The Fed yang bakal menggelar pertemuan selanjutnya.

Harapan investor terhadap lanjutan penurunan suku bunga acuan AS alias Fed rate membuat pasar keuangan sedikit rentan. Indeks MSCI yang paling luas dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,13% sementara Nikkei di Jepang datar. Wall Street saham menandai kenaikan dengan S&P 500 mendapatkan tambahan 0,26%.

Selanjutnya untuk harga minyak mentah Brent lebih rendah 0,1% menjadi USD64,50 barel setelah mencetak penguatan hingga 60% dari keuntungan yang dibuat setelah serangan terhadap fasilitas minyak Saudi. Sementara harga minyak mentah berjangka AS yakni West Texas Intermediate (WTI) kehilangan 0,5% menjadi USD59,06 per barel dibandingkan dengan posisi tertinggi empat bulan USD68,38 yang sempat disentuh pada awal pekan.

Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin berusaha untuk meyakinkan pasar, dengan mengatakan kerajaan akan mengembalikan produksi minyak yang hilang pada akhir bulan. Dia memberikan jaminan persediaan akan pulih terhadap para pelanggan pada level yang sama sebelum serangan drone terjadi. Namun, ketegangan geopolitik yang tinggi menopang minyak dan juga beberapa aset Safe-Haven seperti obligasi AS.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters, bahwa Amerika Serikat percaya serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi berasal dari Iran, sebuah penilaian yang bisa meningkatkan konflik antara Teheran dan Riyadh. Menambah ketidakpastian di Timur Tengah setelah keluar jajak pendapat pemilu Israel, yang menunjukkan menyarankan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjuang untuk kelangsungan politiknya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown
Berita Terkini
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
10 menit yang lalu
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
1 jam yang lalu
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
3 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
4 jam yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
4 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Juara...
Daftar Lengkap Juara Dunia MotoGP dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved