Pemindahan Ibu Kota Jadi Angin Segar Bagi Industri Properti

Rabu, 18 September 2019 - 18:48 WIB
Pemindahan Ibu Kota...
Pemindahan Ibu Kota Jadi Angin Segar Bagi Industri Properti
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan pertumbuhan industri properti di tahun 2019 masih stagnan di angka 3,8%. Meski begitu, Kadin menilai pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan angin segar bagi pengembang dan pelaku industri properti.

"Kami tetap optimis dan memiliki harapan bahwa situasi akan bisa lebih baik ke depannya. Salah satunya peluang pemindahan ibu kota," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Properti Hendro S Gondokusumo di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Menurut Hendro, rencana pemindahan ibu kota ke Kaltim dinilai tepat mengingat beban Jakarta yang semakin tinggi. Selain itu, lokasi ibu kota baru yang sebagian berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian lagi di Kabupaten Kutai Kartanegara dinilai sesuai karena sudah berkembang. Infrastruktur tol juga sudah dibangun dan berada dipinggir laut sehingga secara lokasi bagus.

"Kita lihat pemerintah punya tanah 180.000 hektare. Ini menjadi penting. Kalau swasta mau diajak kerjasama untuk mengembangkan properti di sana, kita ingin satu planning selesai dulu," jelasnya.

Hendro melanjutkan, pihaknya ingin pemerintah menyelesaikan perizinan dan membangun infrastruktur dasar. Setelah itu baru ditawarkan pada sektor swasta. "Kalau sudah dibuat klaster baru ditawarkan ke kita. Perlu 2-3 tahun baru terlihat perkembangannya," imbuhnya.

Hendro menambahkan, industri properti sangat bergantung pada ekonomi dunia dan dalam negeri. Apabila ekonomi tumbuh tinggi maka sektor properti akan mengikuti pertumbuhan tersebut.

"Tahun depan, untuk menengah ke bawah terlihat masih ada pertumbuhan karena sektor ini bukan investasi melainkan suatu kebutuhan. Masih banyak yang membutuhkan rumah," tuturnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan, swasta akan berperan sangat besar untuk pembangunan ibu kota baru. Dari total pembiayaan sebesar Rp466 triliun untuk pemindahan ibu kota, hanya sekitar 19% yang berasal dari APBN. Sisanya diharapkan peran dari swasta. "Oleh sebab itu, kami berharap Kadin dan organisasi yang bernaung di bawahnya bisa memanfaatkan peluang ini," tuturnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertumbuhan pada sektor properti akan menggerakkan industri lainnya seperti material, industri logistik dan pengangkutan material hingga industri bidang jasa seperti arsitektur, serta industri keuangan dan perbankan lewat kredit pemilikan rumah (KPR).

"Sektor ini memiliki multiplier effect di atas satu. Artinya, jika sektor ini tumbuh Rp1 triliun maka dampaknya Rp1,9 triliun untuk konstruksi dan Rp1,2 triliun untuk real estate," ungkapnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perpindahan Ibu Kota...
Perpindahan Ibu Kota Tak Pengaruhi Pasar Properti Jabodetabek
Wakil Otorita IKN: Enggak...
Wakil Otorita IKN: Enggak Usah Beli Tanah, Pengembang Properti Cukup Investasi Bangunan
Sambut Ibu Kota Negara...
Sambut Ibu Kota Negara Baru, Pusat Informasi Terintegrasi Diluncurkan
Pembangunan Kota Baru...
Pembangunan Kota Baru di Tenjo Percepat Ekonomi Kota Bogor
Krakatau Sarana Properti...
Krakatau Sarana Properti Siap Nimbrung Dalam Pengembangan IKN Nusantara
Wakil Otorita IKN Sebut...
Wakil Otorita IKN Sebut Bakal Ada Developer Super-Besar Masuk ke IKN
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
6 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
6 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
6 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
7 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
7 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved