Rupiah Berakhir Loyo, Euro Ambruk di Tengah Ketakutan Kesehatan Ekonomi Global

Senin, 23 September 2019 - 17:36 WIB
Rupiah Berakhir Loyo,...
Rupiah Berakhir Loyo, Euro Ambruk di Tengah Ketakutan Kesehatan Ekonomi Global
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Senin (23/9/2019) ditutup tak berdaya untuk terpuruk ke zona merah setelah akhir pekan sempat memberikan sinyal perbaikan. Tren pelemahan kurs rupiah mengiringi kejatuhan euro yang tergerus usai data ekonomi Jerman meningkatkan ketakutan atas seputar kesehatan ekonomi global.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah anjlok ke level Rp14.083/USD di akhir sesi apabila dibandingkan sesi sebelumnya Rp14.050/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berbanding terbalik dari lonjakan sebelumnya pada kisaran Rp14.016 hingga Rp14.085/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga terpuruk menuju Rp14.085/USD dibandingkan sesi penutupan, Jumat kemarin Rp14.055/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.069-Rp14.086/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore tidak terkecuali juga terlihat loyo untuk berada pada level Rp14.095/USD. Raihan tersebut lebih rendah dari sebelumnya yang bertengger pada posisi Rp14.090/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah bertahan pada tren peningkatan untuk jauh lebih tinggi di posisi Rp14.077/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah kembali melawan usai akhir pekan kemarin merosot menjadi Rp14.085/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Euro jatuh pada haru Senin menyusul indeks data survei purchasing managers Jerman pada bulan September lebih lemah dari yang diharapkan. Kondisi ini meningkatkan ketakutan atas kesehatan ekonomi global.

Survei tersebut menunjukkan bahwa aktivitas sektor swasta Jerman menyusut untuk pertama kalinya dalam 6 setengah tahun pada bulan September, untuk memperdalam resesi manufaktur secara tak terduga dan pertumbuhan di sektor jasa kehilangan momentum.

Sementara euro diperdagangkan jatuh 0,5% untuk berada pada level 1,0966 terhadap USD, atau berada di posisi paling lemah sejak 12 September. Euro juga meluncur versus Franc Swiss, usai kehilangan 0,5% untuk jatuh ke posisi 1,0857 Franc.

Selanjutnya Dolar mendapatkan dorongan oleh penurunan euro, dan indeks yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya mencetak kenaikan sebesar 0,2% untuk bertengger di 98,748. Tercatat Dolar melaju positif dalam beberapa bulan terakhir menyusul keyakinan investor terhadap kekuatan ekonomi AS.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
24 menit yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
58 menit yang lalu
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
1 jam yang lalu
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
3 jam yang lalu
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
3 jam yang lalu
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
3 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved