Michael Kors Ubah Butik Kecil Jadi Perusahaan Fashion Global

Selasa, 24 September 2019 - 08:37 WIB
Michael Kors Ubah Butik...
Michael Kors Ubah Butik Kecil Jadi Perusahaan Fashion Global
A A A
NEW YORK - Sosok Michael Kors tidak bisa dipandang sebelah mata di kalangan dunia fashion dunia. Kepiawaiannya dalam berbisnis telah menyulap sebuah butik kecil di ruangan bawah tanah rumah ibunya menjadi perusahaan fashion global yang masyhur.

Kors memang punya passion di dunia fashion sejak kecil. Dia bahkan mulai mendesain pakaian saat masih kecil. Dan sejak saat itulah, berkat talenta dan kegigihannya, Kors mampu mengubah minatnya tersebut menjadi perusahaan fashion dunia. Kini perusahaan miliknya turut menyumbang kekayaannya mencapai USD600 juta pada 2018.

Pada Desember 2011, Kors mengubah bisnisnya menjadi perusahaan publik yang diperdagangkan dan bernilai USD3,5 miliar. Saat itu nilai perusahaan Kors menjadi penawaran saham perdana (IPO) terbesar di bidang fashion. Saat konsultan fashion, Fern Mallis bertanya kepada Kors tentang apa yang dia pikirkan tentang prestasi bisnisnya, Kors pun menjawab, "Jaga matamu di bola dan lakukan apa yang Anda bisa lakukan dan lakukanlah dengan baik."

Perusahaan Kors pun terus merangsek maju. Pada 2018, misalnya, perusahaan Michael Kors Holding yang mengelola Michael Kors dan merek sepatu mewah Jimmy Choo, mengumumkan akuisisi baru: Versace. Dengan akuisisi ini, perusahaan itu mengubah namanya menjadi Capri Holdings.

Meski Michael Kors adalah merek pakaian yang ada sejak 1981, desainernya memiliki kisah sejak 1959. Ceritanya dimulai di Merrick, Long Island, tempat dia lahir dengan nama Karl Anderson Jr. Saat wawancara dengan majalah People pada 1991, dia mengaku mengubah namanya saat ibunya menikahi Bill Kors. "Ibu saya bilang, 'Anda mendapatkan nama terakhir baru, jadi mengapa Anda tidak mengambil nama pertama baru?" tutur dia.

Kors memang mumpuni di bidang fashion. Apalagi, dia banyak menimba ilmu soal fashion. Kors bersekolah di Sekolah Menengah Atas Kennedy hingga 1977 saat dia mulai belajar di Fashion Institute of Technology, New York City. Setelah sembilan bulan sekolah fashion, dia pun keluar untuk menjual pakaian desainnya sendiri di Lothar's, toko di Manhattan.

Suatu hari saat Kors mendesain jendela toko di Lothar's di Dawn Mello, direktur fashion Bergdorf Goodman mendekati jendela dan bertanya siapa yang mendesain pakaian-pakaian itu. Kors mengakui yang mendesain pakaian itu. Dawn Mello pun kemudian membantu mengembangkan lini bisnis pertamanya yang kemudian dijual di Bergdorf.

Pada 1981, Kors memulai labelnya. Dia menunjukkan pertama kali hasil kreasi label tersebut pada 1984. Kors menyebut desainnya estetik sebagai campuran antara Jackie Kennedy dan Elizabeth Taylor yang menurut ibunya, Joan, mirip neneknya.

Kors menjelaskan, saat umur lima tahun, dia telah mendesain ulang pakaian pernikahan ibunya. "Saat Kors memberikan saran desain, semua orang mendengarkan," papar Joan, ibu Kors. Namun, bukan hanya cerita pujian yang dialami Kors. Dia mengaku pernah diejek saat berada di luar rumah dan dipanggil dengan berbagai sebutan yang kurang baik.

Dia mengaku mengalami masa-masa sulit saat tumbuh dewasa. Untungnya dia sangat didukung oleh keluarganya di rumah. Dia lebih suka menggambar dibandingkan berolahraga di sekolah. Itulah yang membuat anak-anak lain mengejeknya.

Dan kini, Kors mengaku ingin membantu anak-anak lain melalui masa sulit seperti itu dengan baik. Dia pun terlibat dalam It Gets Better Project dan berharap dapat membantu anak muda yang sedang berjuang. "Biarkan mereka tahu, ada cahaya di ujung terowongan," kata Kors.

Meski menghadapi banyak ejekan, Kors tetap percaya diri. Dia pun membuka toko pertamanya pada umur 11 tahun. Dia menjelaskan bahwa toko itu disebut Iron Butterfly Boutique dan berada di ruangan bawah tanah rumah ibunya. "Saya sangat suka kerajinan. Jadi, saya membuat berbagai lilin indah. Saya membuat tas kulit yang dijahit. Saya membuat gelang tembaga," paparnya.

"Saya membuat berbagai hal di ruang bawah tanah rumah kami di pinggiran, dan saya mengundang semua anak dari rumah tetangga untuk datang dan saya menjual semuanya dalam sepekan," tambah Kors.

Jika pada era 1970-an adalah masa bagi Kors untuk memikirkan estetika, pada 1990-an Kors mulai berpikir soal bisnis. Meski demikian, krisis keuangan mempengaruhi bisnisnya. "Ini efek domino. Dan kemudian hal selanjutnya Anda tahu, ini semua tentang mimpi buruk bagi saya," kata dia.

Pada 1993, perusahaan Kors mengajukan perlindungan kebangkrutan. Perusahaan Italia memutuskan berhenti menjual pakaian murah Kors. Namun bukannya menyerah, Kors malah menata ulang bisnisnya.

Berkat kepiawaiannya, dia mampu mendapatkan donatur untuk mengembangkan kembali bisnisnya. Pada 1997, Kors mendapatkan investor LVMH. Dengan dukungan keuangan dan bisnis dari grup barang mewah itu, Kors meluncurkan lini produk murah.

Sebagai bagian dari keluarga LVMH, Kors diminta mendesain untuk label lain dalam grup itu yakni Celine. Dia semakin terkenal untuk pakaian olahraga mewah yang dia bawa untuk label Prancis itu.

Pada 1998, dia menjadi direktur kreatif Celine dan berperan mengubah label tersebut. Pada 2003, Sportwear Holdings Ltd membeli saham mayoritas di perusahaan Kors. Dia pun meninggalkan Celine pada 2004 agar dapat lebih fokus pada merek yang menggunakan namanya. (Syarifuddin)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lanjutkan Ekspansi di...
Lanjutkan Ekspansi di Tanah Air, Bobo Tokyo Resmikan Pembukaan Toko Keenam di Grand Indonesia
Anniversary Ke-4, Benang...
Anniversary Ke-4, Benang Jarum Tegaskan Tekad untuk Terus Melenggang di Panggung Mode Dalam dan Luar Negeri
Dukung UMKM Berkembang,...
Dukung UMKM Berkembang, Cloami Bantu Brand Fashion Optimalkan Produksi dengan MOQ Rendah
Dukung Perkembangan...
Dukung Perkembangan Industri Fashion 2022 Melalui Kampanye 3.3 Fashion Sale
Kalasiris Hadirkan Koleksi...
Kalasiris Hadirkan Koleksi Blooming Summer yang Terinspirasi dari Busana Mesir Kuno
Hadir di Kota Makassar,...
Hadir di Kota Makassar, CES Tailor Beri Solusi Tampil Kekinian
Berita Terkini
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
2 jam yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
3 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
3 jam yang lalu
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
3 jam yang lalu
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
4 jam yang lalu
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved