Modernisasi Sektor Pertanian Membutuhkan Data dan Inovasi

Rabu, 25 September 2019 - 16:10 WIB
Modernisasi Sektor Pertanian...
Modernisasi Sektor Pertanian Membutuhkan Data dan Inovasi
A A A
JAKARTA - Kondisi pertanian di Tanah Air yang mulai melangkah menuju Revolusi Industri 4.0 mendapatkan perhatian dari Politisi milenial Partai NasDem yakni Arkanata Akram. Anggota terpilih DPR RI periode 2019-2024 ini menjelaskan, ada dua hal yang dibutukan untuk memodernisasikan pertanian menuju agliculture 4.0 Indonesia yaitu data dan inovasi.

"Dengan data yang lengkap dan komprehensif, agar bisa dipetakan lahan-lahan pertanian rakyat yang kecil-kecil dan terpencar. Dengan begitu, kita bisa mengetahui kebutuhan alsintan (alat industri pertanian) apa yang sebenarnya didambakan petani-petani rakyat serta mengetahui potensi yang ada," jelas Arkananta dalam diskusi yang digelar di Auditorium DPP Partai NasDem, Jalan RP Soeroso No. 44, Menteng, Jakarta Pusat.

Sementara Politisi perempuan muda NasDem Ina Elisabeth Kobak menilai belum komprehensifnya sistem pertanian Indonesia menjadi salah satu penyebab masih lemahnya daya saing pertanian Indonesia. Teknologi yang digunakan petani Indonesia, menurutnya belum tepat guna yang efektif dan efisien dengan dukungan Industri 4.0.

“Lahan pertanian yang dimiliki petani Indonesia hanya menguasai beberapa petak saja, sedangkan di luar menguasai berhektar hektar. Kebijakan Pemerintah di negara lain sangat mendukung dan politik dumping,” imbuhnya.

Ina yang juga terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 Dapil Papua mengungkapkan, Bulog semestinya mempunyai peran besar dalam pengendalian pasar. Alur distribusi diatur singkat dan bebas kartel. Selain itu, diperlukan penyuluhan pemasaran yang baik bagi petani, baik saat produksi hingga promosinya.

“Setiap daerah memiliki produk unggulan yang sesuai dengan kontur tanah dan iklim setempat, saya rasa perlu dikembangkan produk unggulan dari dapil sehingga masyarakat bisa lebih fokus pada kompetensinya,” katanya.

Sementara anak muda yang juga petahana di DPR RI, Kresna Dewanata Prosakh mengungkapkan perlu adanya penguatan kebijakan dalam negeri yang mendukung produk pertanian unggulan ekspor sekaligus memperluas pasar internasional. Hal tersebut dilakukan agar produk pertanian Indonesia bisa bersaing di pasar global.

"Meningkatkan pertanian terhadap kebutuhan pasar dalam negeri dengan mengoptimalkan efisiensi produk dalam negeri untuk bersaing untuk bersaing dengan produk pertanian impor di pasar domestik," paparnya.

Tokoh muda perempuan NasDem, Ratih Megasari juga turut menanggapi pelaksanaan reforma agraria sebagai amanat UU No. 5 Th 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok Agraria (UUPA 1960). Dia melihat amanat UUPA 1960 akan reforma agraria memang belum sepenuhnya tercapai.

Hal ini terlihat dari masih adanya konflik-konflik agraria yang terjadi serta ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat petani atas izin-izin hak milik atau hak guna lahan skala besar yang diberikan kepada perusahaan negara maupun swasta.

Namun di sisi lain, pemerintah terus melakukan upaya dalam mencapai reforma agraria tersebut salah satunya dengan program sertifikasi tanah untuk rakyat. “Ke depannya, upaya reforma agraria perlu lebih disosialisasikan ke masyarakat dan didampingi oleh program pemberian kredit, bibit dan bantuan-bantuan lain dengan syarat-syarat yang ringan, sehingga masyarakat pemilik lahan tidak akan terpaksa menyerahkan penguasaan tanahnya kepada orang lain karena faktor ekonomi,” jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BKP Makassar Gelar Bimtek...
BKP Makassar Gelar Bimtek Tingkatkan Ekspor Pertanian di Kabupaten Bantaeng
Pengusaha Dorong Ekspor...
Pengusaha Dorong Ekspor Komoditas Pertanian
Pemkab Didorong Hasilkan...
Pemkab Didorong Hasilkan Komoditas Pertanian Layak Ekspor
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Menteri Pertanian Lepas...
Menteri Pertanian Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Sulut ke 11 Negara
Asam Gelugur Asal Sumut...
Asam Gelugur Asal Sumut Laku Keras di China, Malaysia dan India
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved