Biayai Ibu Kota Baru, Sri Mulyani Berikan Beberapa Opsi

Rabu, 25 September 2019 - 21:31 WIB
Biayai Ibu Kota Baru,...
Biayai Ibu Kota Baru, Sri Mulyani Berikan Beberapa Opsi
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan beberapa opsi seputar pendanaan Ibu Kota baru yang bisa dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni. Tiga jalur tersebut adalah pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) serta Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.

(Baca Juga: Anggaran Ibu Kota Baru Rp2 Triliun, Alokasi Paling Besar Infrastruktur Dasar )

Sementara untuk tahap awal, dana pembangunan Ibu Kota baru bakal didominasi dari APBN untuk menjadi stimulus agar swasta tertarik ikut serta dalam proyek infrastruktur. Meski begitu terang dia, jalur pendanaan melalui APBN harus dipikirkan secara matang-matang lantaran pendanaan Ibu Kota dari sumber tersebut dirancang sebesar Rp89,4 triliun atau 19,2% dari total anggaran ibu kota baru sebesar Rp466 triliun.

“Kami hampir yakin dalam tahap awal peranan APBN akan lebih besar karena dia jadi penarik minat swasta untuk ikut serta. Kita juga akan gunakan instrumen seperti availibity payment, availibility gap fund, project dev fasility dan penjaminan,” ujar Menkeu Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Menurutnya, APBN harus turut serta membiayai ibu kota baru demi memenuhi barang publik (public goods) di lokasi tersebut. Selanjutnya terang mantan Direktur Bank Dunia itu terdapat tiga opsi penggunaan APBN murni bagi pembiayaan ibu kota secara rinci. Pertama untuk pengelolaan BMN, dirinya menyebut terdapat dua skema yang bisa digunakan.

Skema tersebut yakni memanfaatkan atau pemindahtanganan BMN. Untuk pemanfaatan BMN secara langsung, nantinya aset-aset milik negara di ibu kota lama bisa dimanfaatkan oleh swasta, sehingga negara akan mendapat pendapatan dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Itu terbuka meskipun pemerintah harus menimbang dan harus diretain yang bisa dipindah tangankan,” ucap Menkeu.

Selain itu, pemerintah juga punya opsi pemindahtanganan BMN melalui tiga bentuk, yakni, penjualan aset negara, hibah, tukar menukar aset, dan penyertaan modal. "Biasanya untuk hibah ini dilakukan pemerintah antar pemerintah, jadi nanti kami akan serahkan BMN ke pemerintah daerah. Sementara itu, kalau tukar menukar aset ini bisa dilakukan dengan swasta atau pemda, di mana kami bisa mengganti aset dengan aset yang mereka miliki," tutur dia.

Selain lewat belanja Kementerian dan Lembaga (K/L), pendanaan ibu kota baru melalui APBN murni adalah melalui DAK fisik, yang merupakan bagian dari pos Transfer Keuangan Daerah dan Dana Desa (TKDD). DAK fisik bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur penunjang seperti jalan raya, sarana kesehatan, dan sarana prasarana pendukung lainnya.

Ditambah ada skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dan juga investasi langsung oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun swasta. “Tujuannya meringankan beban APBN langsung, namun bukan berarti tidak ada beban. Mungkin bebannya bergeser pada masa yang akan datang,” ucapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemindahan Ibu Kota...
Pemindahan Ibu Kota Negara Bisa Berakhir Gagal, 3 Negara Ini Merasakannya
Catat! Ini 4 Tahapan...
Catat! Ini 4 Tahapan Pemindahan Ibu Kota Indonesia
Ibu Kota Baru Dinilai...
Ibu Kota Baru Dinilai Harus Benar-benar Perhatikan Politik-Ekonomi
Mengungkap Urgensi Pemindahan...
Mengungkap Urgensi Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur
Pemuda Sulsel Didorong...
Pemuda Sulsel Didorong Berperan dalam Pembangunan Ibu Kota Baru Nusantara
Bappenas Tegaskan Pemindahan...
Bappenas Tegaskan Pemindahan IKN Wujudkan Pemerataan Ekonomi
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
2 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
3 jam yang lalu
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
4 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
4 jam yang lalu
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
4 jam yang lalu
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved