Bappenas Tegaskan Pemindahan IKN Wujudkan Pemerataan Ekonomi
Jum'at, 18 Februari 2022 - 22:43 WIB
loading...
Persebaran penduduk dan pertumbuhan ekonomi terpusat di Jawa, khususnya Jakarta serta juga Sumatera dalam 30-40 tahun terakhir menjadi salah satu alasan pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Persebaran penduduk dan pertumbuhan ekonomi terpusat di Jawa, khususnya Jakarta serta juga Sumatera dalam 30-40 tahun terakhir menjadi salah satu alasan pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur. Kemudian Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merancang pemindahan Ibu Kota Negara atau IKN dari Jakarta ke Kalimantan, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Beberapa tahun terakhir, kontribusi dari pulau Jawa terhadap perekonomian nasional adalah 58,75%. Oleh karena itu, pemindahan IKN ini bertujuan untuk menggeser sentra perekonomian agar terjadi pemerataan ," ujar Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Rudy S. Prawiradinata dalam Webinar Nasional yang digagas oleh Moya Institute bertajuk 'Urgensi Pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Nusantara', Jumat (18/2/2022).
Baca Juga: Bangun IKN Nusantara Pakai Duit APBN, Begini Tahapannya
Karena itu, sambung Rudy, pemindahan IKN akan diiringi dengan pengembangan klaster-klaster ekonomi, untuk memicu terjadinya urbanisasi ke Kalimantan Timur. "Pertumbuhan penduduk di IKN sampai 2045 diperkirakan mencapai 1,7-1,9 juta jiwa,” ujar Rudy.
Pada tahun yang sama, lanjutnya, pertumbuhan rata-rata investasi di IKN Nusantara ditargetkan mencapai 11,9%. Sementara untuk keseluruhan wilayah Kalimantan Timur mencapai 4,2%. "Penggerak ekonomi di IKN nantinya akan ditopang oleh Balikpapan dan Samarinda," tambah Rudy.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerhati Politik dan Isu-isu Strategis, Imron Cotan menyatakan, bahwa standar yang ditetapkan oleh WHO agar zona nyaman hunian bagi satu orang tercapai adalah 9 sampai 50 meter persegi.
Baca Juga: IKN Nusantara Bikin Hutama Karya Pede Pasang Target Raup Kontrak Baru Rp35 Triliun
"Beberapa tahun terakhir, kontribusi dari pulau Jawa terhadap perekonomian nasional adalah 58,75%. Oleh karena itu, pemindahan IKN ini bertujuan untuk menggeser sentra perekonomian agar terjadi pemerataan ," ujar Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Rudy S. Prawiradinata dalam Webinar Nasional yang digagas oleh Moya Institute bertajuk 'Urgensi Pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Nusantara', Jumat (18/2/2022).
Baca Juga: Bangun IKN Nusantara Pakai Duit APBN, Begini Tahapannya
Karena itu, sambung Rudy, pemindahan IKN akan diiringi dengan pengembangan klaster-klaster ekonomi, untuk memicu terjadinya urbanisasi ke Kalimantan Timur. "Pertumbuhan penduduk di IKN sampai 2045 diperkirakan mencapai 1,7-1,9 juta jiwa,” ujar Rudy.
Pada tahun yang sama, lanjutnya, pertumbuhan rata-rata investasi di IKN Nusantara ditargetkan mencapai 11,9%. Sementara untuk keseluruhan wilayah Kalimantan Timur mencapai 4,2%. "Penggerak ekonomi di IKN nantinya akan ditopang oleh Balikpapan dan Samarinda," tambah Rudy.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerhati Politik dan Isu-isu Strategis, Imron Cotan menyatakan, bahwa standar yang ditetapkan oleh WHO agar zona nyaman hunian bagi satu orang tercapai adalah 9 sampai 50 meter persegi.
Baca Juga: IKN Nusantara Bikin Hutama Karya Pede Pasang Target Raup Kontrak Baru Rp35 Triliun
Lihat Juga :