Perkuat Pertumbuhan Bisnis, ACSET Terima Pinjaman Rp4 Triliun

Jum'at, 27 September 2019 - 19:39 WIB
Perkuat Pertumbuhan...
Perkuat Pertumbuhan Bisnis, ACSET Terima Pinjaman Rp4 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Acset Indonusa Tbk (ACSET), anak usaha Grup Astra, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Jumat (27/9/2019). Dalam RUPSLB dan paparan publik ini, para pemegang saham menyetujui rencana ACSET melakukan perubahan transaksi perjanjian pinjaman antara ACSET dengan PT United Tractors Tbk (UT).

Perubahan transaksi perjanjian pinjaman antara ACSET dan UT dilatar belakangi adanya kebutuhan tambahan modal kerja ACSET untuk membiayai pengerjaan proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur, terutama yang memiliki skema pembayaran Contractor Pre Financing (CPF/pelunasan dilakukan setelah penyelesaian proyek).

Sebelumnya pada 2018, ACSET telah mendapatkan fasilitas pinjaman modal kerja dari UT sebesar Rp1,6 triliun, yang telah disetujui oleh pemegang saham melalui RUPSLB pada 11 April 2018.

ACSET mengajukan permintaan tambahan pinjaman kepada UT sebesar Rp2,4 triliun. Sehingga total fasilitas pinjaman berubah menjadi Rp4 triliun. Beberapa perubahan lainnya meliputi tingkat bunga JIBOR +2,5% (sebelumnya JIBOR +3%); ketersediaan fasilitas pinjaman hingga 18 Agustus 2022; batas akhir pembayaran pada tanggal 30 April 2023 dan penghapusan biaya fasilitas sebesar 1% per tahun.

Sementara itu, dalam pencapaian kinerja ACSET hingga semester I 2019, perusahaan membukukan pendapatan Rp1,55 triliun atau turun 7% dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Pendapatan ACSET dalam periode ini masih didominasi oleh sektor infrastruktur sebesar 71%, konstruksi sebesar 13%, fondasi sebesar 8% dan sektor lainnya sebesar 8%.

Di samping ini, ACSET juga membukukan rugi bersih sebesar Rp404 miliar yang utamanya disebabkan adanya keterlambatan penyelesaian beberapa proyek CPF dan struktur.

"Keterlambatan ini menimbulkan peningkatan biaya pendanaan, biaya overhead, dan tambahan biaya untuk percepatan penyelesaian proyek. ACSET juga mengalami penyesuaian nilai pekerjaan yang berimbas pada penurunan pendapatan dan laba dari proyek berjalan," terang Corporate Secretary & Investor Relations ACSET, Maria Cesilia Hapsari dalam keterangan resmi, Jumat (27/9/2019).

Di sisi lain, hingga September 2019, ACSET telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp1,67 triliun. Nilai kontrak baru ini didominasi oleh dua proyek pembangkit listrik strategis, yakni Pekerjaan Sipil Pembangkit Listrik Tenaga Gas & Uap (PLTGU) Jawa 1 dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Soma Karimun (2 x 25 MW) di Riau.

Beberapa perolehan kontrak baru lainnya di periode ini meliputi fondasi run-off pond PLTU Batang, fondasi Skysuites Mega Kuningan dan fondasi Jakarta International College. ACSET optimis bahwa dengan perilaku selektif dalam pemilihan proyek yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi perusahaan, ACSET dapat memberikan nilai tambah (added-value) yang lebih optimal bagi pelanggannya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Acset Sepakati Rights...
Acset Sepakati Rights Issue II dalam RUPSLB 2020
Acset Bukukan Pendapatan...
Acset Bukukan Pendapatan Bersih Rp477 Miliar di Kuartal I 2020
Siapkan Generasi Kompetitif,...
Siapkan Generasi Kompetitif, United Tractors Gelar SOBAT Competition 2022
Gunakan Teknologi USC,...
Gunakan Teknologi USC, PLTU Jawa 4 Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
United Tractors Sambangi...
United Tractors Sambangi 2 Lokasi Paling Parah Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Peringati Hari Pendidikan...
Peringati Hari Pendidikan Nasional, United Tractors Gelar Virtual Roadshow SOBAT 2021
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
8 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
10 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved