Daya Beli Konsumen Diperkirakan Melemah

Senin, 30 September 2019 - 12:14 WIB
Daya Beli Konsumen Diperkirakan...
Daya Beli Konsumen Diperkirakan Melemah
A A A
JAKARTA - Daya beli konsumen pada semester II/2019 diperkirakan melemah atau tidak akan sekuat seperti semester I/2019. Daya beli masyarakat di semester I didukung oleh pemilihan umum yang jatuh pada April dan Lebaran pada Juni 2019.

“Kedua peristiwa ini menjadi pendorong perekonomian pada semester I,” kata Analis DBS Group Research David Arie Hartono Andy SIM di Jakarta akhir pekan lalu. David menjelaskan, pada semester II/2019 pertumbuhan konsumsi akan sedikit melambat dibanding semester I karena rendahnya subsidi yang diberikan pemerintah.

Konsumsi di luar Jawa ada kemungkinan akan terpengaruh oleh turunnya harga komoditas seperti harga minyak kepala sawit (CPO) dan batu bara. Dalam riset Indonesia Consumer yang dirilis pada Agustus 2019 menyebutkan bahwa turunnya harga komoditas CPO dan harga produk pertanian lainnya akan berdampak terhadap daya beli masyarakat di semester II/2019.

Adapun industri-industri yang berbasis komoditas pertanian menyumbang sepertiga dari total lapangan kerja di Tanah Air. “Berakhirnya pemilihan presiden, yang berkaitan erat dengan belanja pemerintah, seperti bantuan sosial dan bantuan dana tunai, berakhirnya Lebaran, serta melemahnya harga komoditas, khususnya CPO dan batu bara, menyebabkan belanja konsumsi sedikit melambat,” imbuhnya.

Namun, lanjut dia, konsumsi di semester terakhir tahun ini tidak akan turun secara signifikan karena ada faktor pemberian bonus dan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Mei 2019.

“Pemberian bonus dan gaji itu seharusnya bisa mendorong belanja ritel pada kuartal II dan semester II 2019,” papar dia.

Selain itu, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pasar ketenagakerjaan cukup kuat dengan berlanjutnya proyek-proyek pemerintah, tren kenaikan upah pekerja konstruksi, serta turunnya tingkat pengangguran di Indonesia menjadi 5% pada Februari 2019.

Pasca-Lebaran dan pemilihan presiden, DBS Group Research berharap per tumbuhan konsumsi tetap akan positif, terutama karena tidak ada hari libur nasional dan peristiwa-peristiwa politik. (Kunthi Fahmar Sandy)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Daya Beli Nelayan Jawa...
Daya Beli Nelayan Jawa Timur pada September Turun 2,08 Persen
Aliansi Kebangsaan Ingatkan...
Aliansi Kebangsaan Ingatkan Daya Beli Nasional Harus Dikelola dengan Baik
Deflasi 4 Bulan Beruntun, Berpotensi...
Deflasi 4 Bulan Beruntun, Berpotensi Timbulkan Lingkaran Setan Perlambatan ekonomi
Daya Beli Turun Saat...
Daya Beli Turun Saat Lebaran 2025, Mal Ramai Tapi Minim yang Belanja
Daya Beli Masyarakat...
Daya Beli Masyarakat Berkurang, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Menurun
Daya Beli Masyarakat...
Daya Beli Masyarakat Membaik, Adira Finance Catatkan Kinerja Positif per September 2022
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
58 menit yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
1 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
2 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
2 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
2 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Tomat, Menjaga...
5 Manfaat Tomat, Menjaga Daya Tahan Tubuh di Musim Tak Menentu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved