Bukalapak Setop Jualan Produk Fisik, BEI Monitoring Keberlangsungan Bisnis BUKA
Kamis, 09 Januari 2025 - 12:05 WIB
loading...
Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) akan tetap menjalankan operasional bisnis e-commerce miliknya. Foto/Dok Aldhi Chandra Setiawan, SINDO Photo
A
A
A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan PT Bukalapak .com Tbk (BUKA) akan tetap menjalankan operasional bisnis e-commerce miliknya. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I, Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya melakukan monitoring terhadap keberlangsungan bisnis BUKA .
Kabar penutupan produk fisik menjadi perhatian bursa sebagai regulator dan operator pasar modal, khususnya untuk melihat seberapa relevan terhadap nasib perusahaan ke depan. Baca Juga: Bukalapak Tutup Layanan Marketplace, Ganti Jualan Pulsa hingga Token Listrik
“Kami telah dengar pendapat dengan mereka, bukan e-commerce dalam konteks bisnisnya semua ditutup. Mereka kan menjual produk fisik dan non-fisik, nah yang (produk) fisik itu yang akan ditutup. Tapi e-commerce-nya tetap jalan,” kata Nyoman saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2024).
Penghentian produk fisik seperti barang elektronik, gadget, busana, dan sebagainya diganti dengan hanya menjual produk virtual seperti pulsa prabayar, token listrik, dan sebagainya.
Meskipun akan terjadi penutupan pada salah satu segmen produknya, ujar Nyoman, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi perusahaan.
Nyoman membenarkan segmen e-commerce Bukalapak masih menjadi tulang punggung utama perusahaan. “E-commerce-nya benar memberikan kontribusi more than 50 persen. Dan e-commerce-nya masih akan berjalan,” tegasnya.
Lebih lanjut, BEI juga mempertanyakan relevansi dana yang dihimpun Bukalapak melalui penawaran umum perdana (IPO) terhadap rencana pengembangan bisnis e-commerce. Meski demikian, Nyoman memastikan BUKA tetap menjalankan komitmennya untuk memperkuat sektor tersebut.
Kabar penutupan produk fisik menjadi perhatian bursa sebagai regulator dan operator pasar modal, khususnya untuk melihat seberapa relevan terhadap nasib perusahaan ke depan. Baca Juga: Bukalapak Tutup Layanan Marketplace, Ganti Jualan Pulsa hingga Token Listrik
“Kami telah dengar pendapat dengan mereka, bukan e-commerce dalam konteks bisnisnya semua ditutup. Mereka kan menjual produk fisik dan non-fisik, nah yang (produk) fisik itu yang akan ditutup. Tapi e-commerce-nya tetap jalan,” kata Nyoman saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2024).
Penghentian produk fisik seperti barang elektronik, gadget, busana, dan sebagainya diganti dengan hanya menjual produk virtual seperti pulsa prabayar, token listrik, dan sebagainya.
Meskipun akan terjadi penutupan pada salah satu segmen produknya, ujar Nyoman, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi perusahaan.
Nyoman membenarkan segmen e-commerce Bukalapak masih menjadi tulang punggung utama perusahaan. “E-commerce-nya benar memberikan kontribusi more than 50 persen. Dan e-commerce-nya masih akan berjalan,” tegasnya.
Lebih lanjut, BEI juga mempertanyakan relevansi dana yang dihimpun Bukalapak melalui penawaran umum perdana (IPO) terhadap rencana pengembangan bisnis e-commerce. Meski demikian, Nyoman memastikan BUKA tetap menjalankan komitmennya untuk memperkuat sektor tersebut.
Lihat Juga :