KCI Mengaku Alami Banyak Kerugian Akibat Aksi Demonstrasi

Selasa, 01 Oktober 2019 - 20:25 WIB
KCI Mengaku Alami Banyak...
KCI Mengaku Alami Banyak Kerugian Akibat Aksi Demonstrasi
A A A
JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengaku mengalami banyak kerugian akibat aksi demonstrasi yang terjadi beberapa waktu terakhir. Pasalnya, kerap kali aksi para demonstran mengganggu kegiatan operasional kereta rel listrik (KRL).

Direktur Utama KCI Wiwik Widayanti mengatakan, aksi demonstrasi telah mengganggu perjalanan KRL yang sehari biasanya mencapai 958 perjalanan.

"Yang pasti dampak itu ada. Contohnya di Stasiun Palmerah kondisinya sudah tidak kondusif ya yang dari arah barat seperti Rangkas, Parung, Serpong, kami berhentikan hanya sampai Kebayoran," ujarnya Wiwik di Stasiun Juanda, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Dia menambahkan, Stasiun Palmerah yang dekat dengan Gedung DPR dan MPR seringkali terhenti kegiatan operasionalnya. Pasalnya, para demonstran sampai masuk ke dalam stasiun untuk menghindari gas air mata yang ditembakkan aparat kepolisian.

"Untuk yang masuk pun sudah tidak mungkin, karena menuju Tanah Abang itu ada dua perlintasan, tempat keramaian dan kericuhannya ada di situ," ucapnya.

KCI pun harus menanggung biaya akibat fasilitas stasiun yang rusak. Namun hingga sejauh ini kerusakan tidak terjadi pada badan KRL karena begitu situasi tidak kondusif pihaknya sigap menghentikan perjalanan di stasiun terdekat.

"Ya ditanggung KCI. Jadi semuanya yang rusak, misalnya ada kaca pecah dan sebagainya ya harus kami ganti untuk pelayanan, itu saja," jelasnya.

Wiwik mengatakan, pihaknya akan mengutamakan keamanan dan keselamatan penumpang dengan mencermati kondisi demonstrasi serta menyiapkan personel-personel keamanan.

"Jadi kami punya 100 orang BKO ya bantuan marinir ditambah dengan polisi khusus yang dari Daop 1 dan dari pengamanan internal KCI juga ada. Tapi kalau dirasakan kurang, misalnya ada yang perlu di-back up di Stasiun Palmerah dari daerah-daerah yang kira-kira kondusif dipindahkan ke sana. Dari Daop 1 ini akhirnya ditambah juga dengan penggunaaan polisi," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mulai Besok, Penumpang...
Mulai Besok, Penumpang KRL Wajib Punya Sertifikat Vaksin
Ada Perbaikan, Cek Jadwal...
Ada Perbaikan, Cek Jadwal Kereta Commuterline Terakhir Khusus Selasa Malam, 4 Oktober
Target Angkut 2 Juta...
Target Angkut 2 Juta Orang/Hari, Kereta Commuter Indonesia Gandeng Gojek
Awal Pekan Pascalibur...
Awal Pekan Pascalibur Panjang, KRL Commuter Line Padat
Penumpukan Penumpang...
Penumpukan Penumpang KRL Jadi Sorotan, KCI Diskon Harga Kartu Multi Trip Rp10 Ribu
Impor Kereta Bekas Jadi...
Impor Kereta Bekas Jadi Polemik, 10 Rangkaian KRL Tetap Pensiun?
Berita Terkini
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
14 menit yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
22 menit yang lalu
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
45 menit yang lalu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
1 jam yang lalu
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
1 jam yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
2 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved