Pertemuan PSAPI X Bahas FIR dan Penerbangan di Papua

Kamis, 03 Oktober 2019 - 20:48 WIB
Pertemuan PSAPI X Bahas...
Pertemuan PSAPI X Bahas FIR dan Penerbangan di Papua
A A A
JAKARTA - Pertemuan ke-10 Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI) membahas tentang kendali ruang udara atau Flight Information Region (FIR) dan sekilas tentang penerbangan di Papua. Pendiri PSAPI Chappy Hakim mengatakan, FIR penting dari sisi kedaulatan dan perekonomian suatu bangsa.

"Pemerintah saat ini sedang fokus membahas tentang FIR. Jadi, untuk saat ini pembahasan persoalan FIR dalam diskusi kita kali ini akan dicatat sebagai masukan," ucap Chappy pada pertemuan di ruang wartawan Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Berbagai masukan menarik tentang FIR disampaikan para praktisi dan akademisi yang tergabung dalam PSAPI. Namun bahasan dengan masukan-masukan positif itu masih memerlukan kesimpulan kongkret yang akan menjadi solusi.

Pemberi masukan FIR dalam pertemuan PSAPI X ini diantaranya akademisi Hukum Udara-Supriabu, mantan diplomat senior-Makarim Wibisono, mantan pilot Garuda-Shadrach Nababan, Erris Herryanto, purnawirawan Marsdya TNI AU; Indra Setiawan, mantan Dirut Garuda Indonesia; Soeratman Doerachman, advisor Flybest; Frans Wenas, mantan pilot Polisi Udara; serta Christian Bisara, inspektur penerbangan senior.

"PSAPI memang menjadi wadah berkumpulnya para praktisi dan akademisi dunia dirgantara untuk mendiskusikan semua hal tentang dirgantara nasional," kata Chappy,

Hingga saat ini, PSAPI sudah menjadi teman diskusi pemerintah dalam mengurai benang kusut dunia kedirgantaraan. Beberapa kali anggota PSAPI diundang khusus sebagai tamu ahli oleh lembaga pemerintahan, seperti Kementerian Perhubungan, TNI AU, Sekretaris Negara, Lapan, dan lembaga pendidikan.

"Kita berkumpul tanpa ada kepentingan lain selain peduli penerbangan dengan latar belakang berbeda-beda, sukarela untuk datang. Saya berharap komunitas ini akan menjadi think tank (wadah pemikir) dunia penerbangan di Indonesia," ujar Chappy.

Persoalan FIR saat ini dinilai masih sensitif untuk diungkap. Namun tidak dengan penerbangan di Papua. Mantan Direktur Sertifikasi dan Kelaikan Udara Kemenhub, Capt Christian Bisara mengatakan, infrastruktur Papua sudah dilengkapi berbagai siatem pengamatan (survailance) penerbangan.

"Saya kira tidak ada masalah lagi kalau masalah ruang udara dan penerbangan di Papua. Dengan berbagai siatem informasi yang tersedia petugas pengatur lalu lintas penerbangan akan memperoleh informasi posisi, kecepatan, mode-S address, arah, callsign, dan lain-lain. Implementasi teknologi ADS-B dalam penerbangan dapat meningkatkan keselamatan dan kapasitas ruang udara," ujarnya.

Namun efektivitas implementasinya harus dibarengi dengan teknologi yang ada di pesawat udara. "Harus dipasang GPS-route. Gak mahal juga, sebenarnya," ungkapnya.

Walaupun demikian, instrumen apapun yang digunakan selayaknya tetap terbang VFR (Visual Flight Rules). "Penerbangan menggunakan visual itu menjadi kekhususan di Papua," kata Frans Wenas. Penerbangan di Papua yang disebut buzz flying area dianggap riskan dan membutuhkan pilot yang memiliki keterampilan plus.

Namun sebenarnya, kata Chappy yang mantan KSAU ini, mengatakan penerbangan di mana saja sama. Dengan mengacu dan patuh pada regulasi, penerbangan akan selamat (safe). Menggunakan IFR (instrumet flight rules) ataupun VFR, safety atau keselamatan penerbangan tetap nomor satu.

"Sebenarnya regulasi kita sudah menjangkau semua soal keselamatan penerbangan. Bahkan termasuk di Papua. Tinggal bagaimana kita mengikuti regulasi itu, termasuk pilot tanpa harus mengambil risiko," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Demi Keselamatan Penerbangan,...
Demi Keselamatan Penerbangan, Hong Kong Berlakukan Aturan Ketat Power Bank di Pesawat
7 Sekolah Kedinasan...
7 Sekolah Kedinasan Penerbangan di Indonesia, Rekomendasi untuk Lanjut Studi
China Melarang Keras...
China Melarang Keras Membawa Power Bank ke dalam Pesawat
Terungkap Penyebab Thermal...
Terungkap Penyebab Thermal Runaway yang Bikin Power Bank Meledak di Kabin Pesawat Air China
Menyoal Kompensasi Kecelakaan...
Menyoal Kompensasi Kecelakaan Penerbangan
Indonesia Bakal Kedatangan...
Indonesia Bakal Kedatangan Maskapai Baru Air Borneo, Buka Rute Penerbangan Langsung ke IKN
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved