Era Digital, Gojek Tebar Semangat Inovasi

Jum'at, 04 Oktober 2019 - 19:54 WIB
Era Digital, Gojek Tebar...
Era Digital, Gojek Tebar Semangat Inovasi
A A A
MEDAN - Pemanfaatan teknologi inklusif mendorong kontribusi Gojek terhadap perekonomian Indonesia. Menurut riset terbaru, Gojek telah berkontribusi sebanyak Rp55 triliun ke ekonomi Indonesia pada 2018. Demikian disampaikan VP of Corporate Affairs Michael Reza Say dalam Seminar sesi pertama bertajuk “Inovasi dan Disrupsi Industri 4.0”.

Seminar tersebut merupakan rangkaian Millenial Fest Industri 4.0 yang digelar pada tanggal 3-5 Oktober 2015 di Ballroom Hotel Adimulia, Kota Medan. Seminar diselenggarakan untuk menyambut Munas XIII KAGAMA yg diselenggarakan pada 14-17 November di Bali.

Selanjutnya akan digelar seminar sesi kedua, dan sesi ketiga pada Jumat (4/10/2019). Dalam seminar bertajuk “Inovasi dan Disrupsi Industri 4.0” itu, Michael membabar riwayat Gojek hingga menjadi unicorn seperti sekarang ini.

Menurutnya di era sekarang ini, banyak masyarak yang masih menolak kehadiran teknologi karena tidak bisa menggunakannya dengan baik. Dia mencontohkan Gojek lahir sebab berkembangnya teknologi, dan adanya masalah sosial di Jakarta pada 2010.

Saat itu Founder Gojek Nadiem Makariem melihat mobilitas di perkotaan semakin padat, kurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan, dan keterbatasan akses di sektor informal. Nadiem, melalui garasi sewaan di Jalan Kerinci, Jakarta, membuat platform untuk mengakomodasi para tukang ojek agar ada solusi untuk inefisiensi dan keterbatasan akses tersebut.

“Tahun 2015 ternyata hampir 80 persen dari orang yang antar barang, adalah makanan. Ada peluang. Lalu kita kembangkan Go Food di 2016. Sebelumnya kami hanya punya tiga layanan; Goride, Gosend dan Gomart,” ungkapnya.

Gojek, kata Michale, selalu melihat perkembangan. Pada 2016-2017 tren di Indonesia adalah pembayaran. Hal tersebut dilihatnya sebagai peluang, Gojek lantas meluncurkan fitur Gopay. “Saat itu kita sudah jadi unicorn. Dan sekarang mejadi kebanggaan Indonesia karena kita juga beroperasi di luar negeri,” ujarnya.

Michael menilai, banyak orang yang menolak kehadiran teknologi karena kurang memanfaatkannya dnegan baik. Dia mencontohkan Bu Nanik, salah satu mitra Gojek yang menyediakan makanan olahan pisang.

Sebelum bermitra dengan Gojek, Bu Nanik hanya mampu menjual 100 an pisang per hari. “Dengan Gojek, sekarang Bu Nanik bisa menjual pisang ribuan. Omsetnya miliaran. Terakhir kemarin ketemu, anaknya dikuliahkan di UK,” ungkap Michael.

Di Medan, kata Michael, Gojek juga memberi dampak signifikan terhadap sektor ekonomi. Pada 2018 tercatat Gojek telah berkontribusi sebanyak Rp1,8 triliun.

Hal senada disampaikan oleh Imam Wahyudi yang merupakan pengamat millenial mengatakan inovasi dibutuhkan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Namun demikian, dia mengajak masyarakat untuk tidak sekadar melihat aspek perkembangan manufaktur dan pertumbuhan ekonomi.

Alumus FISIPOL UGM itu mengajak masyarakat untuk melihat aspek perubahan gaya hidup yang terjadi akibat pesatnya perkembangan teknologi. “Pengguna medsos aktif di Indonesia sebanyak 130 juta jiwa. Selain millenial, penggunanya juga generasi kolonial (tua-red). Gaya hidup kita berubah, apa-apa internet. Dan nanti apa yang akan kita lakukan?” tanya Imam.

Imam mengajak masyarakat untuk siap dengan teknologi. Infrastruktur teknologi yang telah disiapkan pemerintah, kata Imam, jangan hanya dimanfaatkan untuk kegiatan konsumtif. Misalnya, saat ini di Indonesia terdapat 400 palapa ring yang menghubungkan antar daerah dengan koneksi internet.

Ia mengajak masyarakat untuk melihat hal tersebut sebagai peluang. “Jangan sampai kita hanya menjadi penonton. Kita musti ikut andil atas apa yang telah dibangun pemerintah,” tegasnya.

Dia menyarankan masyarakat untuk melihat potensi diri meliputi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Yang terpenting, kata Imam, konsep-konsep yang sederhana segera diwujudkan, seperti yang telah dilakukan Gojek dalam mengawali sejarahnya. “Pada 2030 ada 130 juta jiwa usia produktif. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton,” tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smart Gadget Dorong...
Smart Gadget Dorong Meningkatnya Penggunaan Layanan Digital
Langkah E-commerce Dorong...
Langkah E-commerce Dorong UMKM Memaksimalkan Teknologi Digital
Dikepung COVID-19, Visa...
Dikepung COVID-19, Visa Online Terus Berinovasi Berikan Banyak Kemudahan
Tips Menjadi Phoenix...
Tips Menjadi Phoenix Business di Era Disrupsi Digital
5 Skill Serba Digital...
5 Skill Serba Digital Jadi Penunjang Pekerjaan pada 2024
Dilengkapi Teknologi...
Dilengkapi Teknologi Digital, AFI Siap Kembali Bersaing di Bisnis PayLater
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
19 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
57 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved