Penjualan Eceran Agustus Melambat Karena Pelemahan Daya Beli

Rabu, 09 Oktober 2019 - 21:27 WIB
Penjualan Eceran Agustus...
Penjualan Eceran Agustus Melambat Karena Pelemahan Daya Beli
A A A
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudisthira, mengatakan penjualan eceran bulan Agustus yang melambat dikarenakan terjadi penurunan belanja konsumen pada kelas atas.

"Faktor utamanya kepercayaan kelas menengah dan atas untuk belanja menurun. Harga komoditas ekspor yang rendah, kebijakan pajak seperti kenaikan PPh impor barang mewah, dan stabilitas politik paska pilpres ikut berpengaruh," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Dia menambahkan untuk kelas bawah terjadi pelemahan daya beli, ditunjukkan oleh nilai tukar petani yang rendah bahkan sempat menurun dibawah 103, upah buruh secara riil juga terkontraksi, dan adanya kekhawatiran kenaikan beberapa pos tarif seperti BBM subsidi dan BPJS Kesehatan.

"Jadi banyak yang ikat pinggang untuk belanja lebih banyak," jelasnya.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat penjualan eceran pada Agustus 2019 tumbuh melambat. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2019 yang tumbuh 1,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan IPR Juli 2019 sebesar 2,4% (yoy).

Adapun kinerja penjualan eceran tersebut ditopang oleh kelompok suku cadang dan aksesoris yang tumbuh tinggi, serta kelompok komoditas perlengkapan rumah tangga lainnya yang tumbuh meningkat.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Survei BI: Penjualan...
Survei BI: Penjualan Eceran Tetap Kuat di Februari 2024
Daya Beli Masyarakat...
Daya Beli Masyarakat Berkurang, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Menurun
Ada Imlek dan Lebaran,...
Ada Imlek dan Lebaran, BI Prediksi 6 Bulan ke Depan Penjualan Naik
BI: Penjualan Eceran...
BI: Penjualan Eceran Tahunan Tetap Kuat di September 2023
Survei BI: Penjualan...
Survei BI: Penjualan Eceran Meningkat pada Januari 2024
Ekonomi RI Diproyeksi...
Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,2 Persen di 2025, Begini Catatan Indef
Berita Terkini
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
46 menit yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
9 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
10 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
10 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
11 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
11 jam yang lalu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved